Obligasi Tercatat di BEI, WSBP Kantongi Dana Rp 500 Miliar

Obligasi Tercatat di BEI, WSBP Kantongi Dana Rp 500 Miliar
Sejumlah kendaraan melintas di bawah proyek jalur Light Rail Transit (LRT) Jakabaring-Palembang yang dibangun dengan hasil produksi Waskita Beton Precast (WSBP) dari dua plant utama di Sumatera Selatan, 6 September 2017. ( Foto: BeritaSatu Photo / Danung Arifin )
Mashud Toarik / MT Senin, 15 Juli 2019 | 05:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – PT Waskita Beton Precast (WSBP) mengumumkan perolehan dana sebesar Rp 500 miliar dari hasil penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Waskita Beton Precast Tahap I Tahun 2019.

Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Tbk, Jarot Subana menyatakan dana tersebut telah cair pada tanggal 5 Juli 2019.

Sementara pencatatan obligasi secara resmi dilakukan pada tanggal 8 Juli 2019. “Penerbitan obligasi ini adalah timing yang tepat bagi perusahaan,” ujarnya sebagaimana dikutip dari keterangan tertulisnya, Minggu (14/7/2019).

Momentum yang tepat ini didukung dengan adanya peningkatan peringkat Indonesia (investment grade), dan banyaknya obligasi yang jatuh tempo sehingga menambah demand, serta dikombinasikan dengan posisi keuangan WSBP yang sehat dan atraktif.

“Penerbitan obligasi ini sesuai dengan kebutuhan investasi jangka menengah dan panjang perusahaan,” ungkapnya. Selain itu, obligasi menjadi alternatif pendanaan lain dari perbankan yang selama ini digunakan oleh perusahaan dan memiliki jatuh tempo yang lebih panjang.

Nantinya, menuurt Jarot sebesar 40% dari hasil penerbitan obligasi ini akan digunakan sebagai modal kerja perusahaaan untuk mendukung penyelesaian proyek-proyek eksisting.

“Dengan adanya dana obligasi ini, kami akan menyasar proyek-proyek yang tengah dibidik pada proyek jalan tol, jalan jembatan, dan energi. Sehingga dapat meningkatkan nilai kontrak baru,” jelas Jarot.

Sedangkan sebesar 60% untuk investasi pembangunan pabrik yang rencananya akan dibangun di Penajam serta investasi penambahan kapasitas pabrik eksisting di daerah Bojonegara dan Gasing. Obligasi Berkelanjutan tahap selanjutnya yaitu senilai Rp 1,5 triliun direncanakan paling cepat pada triwulan III-2019.

Sebelumnya pada masa penawaran awal, obligasi berkelanjutan I Tahap I ini mencapai oversubscribe, di mana dari total permintaan yang masuk sebanyak Rp 1,091 triliun atau 2,18 kali dari jumlah yang ditawarkan sebanyak Rp 500 miliar.

Berdasarkan Fitch Rating, tercatat obligasi yang diterbitkan oleh WSBP mendapat peringkat BBB+ (Triple B Plus) atau termasuk ke dalam investment grade. Rating ini menurut Jarot menunjukkan WSBP dianggap memiliki kemampuan yang cukup dalam melunasi utangnya, sehingga investor dapat berinvestasi dengan aman. Selain itu, jaminan obligasi WSBP berbentuk tanpa jaminan khusus (clean basis).

Sebagai catatan, WSBP melakukan periode penawaran awal Obligasi Berkelanjutan I Tahap I sebanyak-banyaknya sebesar Rp 500 miliar dengan tenor 3 tahun dan pembayaran bunga setiap triwulan (dengan basis 30/360).

Masa penawaran awal (bookbuilding) digelar pada 29 Mei – 18 Juni 2019 dan masa penawaran umum pada 28 Juni – 2 Juli 2019. Ini merupakan bagian dari program Obligasi Berkelanjutan I dengan nilai sebesar Rp 2 triliun.



Sumber: Majalah Investor