Indomie Kuasai 90% Pasar Turki, Mendag Terkesan

Indomie Kuasai 90% Pasar Turki, Mendag Terkesan
Kemasan Indomie yang dijual di Turki. ( Foto: BCFS )
Ridho Syukro / HA Senin, 15 Juli 2019 | 17:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengunjungi pabrik mi instan Indomie di Zona Industri, Tekirdag, Turki, akhir pekan kemarin.

Kunjungan Mendag ini untuk meninjau keberhasilan Indomie yang menguasai pasar mi instan di Turki dengan pangsa pasar 90%.

Kedatangan Mendag disambut Chief Financial Officer (CFO) Adkoturk Yusuf Hermawan Achmad dan General Manager Indofood Turki Adkoturk Wassim Brinjiki.

Mendag mengatakan pemerintah akan mengajak pelaku usaha Indonesia untuk berinvestasi menanamkan modal dan mendirikan pabrik di Turki seperti Indofood.

Keuntungannya, bahan baku tetap diekspor dari Indonesia, seperti bahan baku Indomie yang sedikitnya 45% dipasok dari Indonesia dengan nilai sekitar US$ 20 juta per tahun, ungkapnya.

Angka ini diharapkan meningkat dua kali lipat jika Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Turki (Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement/IT-CEPA) rampung.

Setelah sembilan tahun beroperasi di Turki, produk mi instan Indomie saat ini telah tersebar di 81 provinsi di Turki. Produk Indomie dapat diperoleh di semua pasar ritel besar dan kecil dan dijual secara daring.

Konsumen di Turki dapat membeli Indomie satu kardus atau bahkan satu truk.

Menurut Enggar, keberadaan produk Indomie di Turki merupakan cerita keberhasilan yang patut diapresiasi dan dapat ditiru oleh industri lainnya di Indonesia. Banyak tantangan yang dihadapi saat pertama masuk ke pasar Turki, khususnya perbedaan budaya yang menjadi tantangan tersendiri karena masyarakat Turki awalnya bukan termasuk penggemar mi instan.

Sejarah Indomie di Turki
Indomie mengawali perjalanannya di Turki sejak 2010 dengan mendirikan perusahaan Adkoturk Gida Sanayi.

Awalnya Adkoturk menjadi distributor produk Indofood di kota kecil Andana yang mengimpor dan menjual produk Indomie. Tidak hanya sebagai distributor, Adkoturk aktif melakukan riset pasar dengan mencari tahu selera yang digemari konsumen dan bagaimana pemasarannya.

Dari hasil riset diketahui bahwa penjualan melalui jaringan ritel lebih dominan daripada melalui pasar tradisional sehingga pada pertengahan tahun 2011 Adkoturk membuka kantor cabang di Istanbul agar lebih dekat dengan kantor pusat jaringan ritel di Turki.

Promosi dan pemasaran kemudian terus dilakukan untuk membangun kesadaran konsumen sehingga kantor pusat dipindahkan ke Istanbul. Strategi pemasaran yang dilakukan Indomie di Turki yaitu langsung fokus pada konsumen.

Promosi dilakukan dengan berbagai cara melalui iklan, pembelajaran, kerja sama dengan para koki, penerbangan internasional, melibatkan para milenial dan mengundang murid-murid sekolah mengunjungi pabrik Indomie.

Kapasitas produksi Indomie saat ini sebanyak 550.000 karton per bulan dengan penjualan mencapai 450.000 karton Indomie Bungkus dan 50.000 karton Indomie kemasan cup per bulan.

Dengan penambahan mesin baru, kapasitas produksi akan meningkat menjadi 1 juta karton per bulan. Bahan baku yang berasal dari Indonesia adalah bumbu, pembungkus dan minyak kelapa sawit.

Sebagai upaya meningkatkan Perdagangan dan daya saing produk Indonesia, sehari sebelumnya Mendag Enggar bertemu dengan Menteri Perdagangan Turki Ruhsan Pekca.

"Kami sepakat menyelesaikan perundingan IT-CEPA," ujar dia dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi di Jakarta, Senin (15/7/2019).

 



Sumber: Investor Daily