Right Issue Rp 11,2 T Rampung, Lippo Karawaci Siap Bertranformasi

Right Issue Rp 11,2 T Rampung, Lippo Karawaci Siap Bertranformasi
Saat ini, Meikarta sudah membangun 28 Tower secara serentak dan pembangunannya sudah sampai lantai 20 dari total 30 lantai, di lokasi yang dinamakan District 1 Meikarta. District 1 yang saat ini menjadi salah satu ikon kawasan Kota Baru Meikarta juga telah tersedia sejumlah tenant, mulai supermarket hyfresh, restaurant imperial kitchen, Bank Nobu, hingga panggung megah entertainment centre yang dibuka untuk umum. ( Foto: BeritaSatu Photo / Emral Firdiansyah )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Selasa, 16 Juli 2019 | 09:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Perusahaan real estate terbesar di Indonesia berdasarkan aset dan pendapatan, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), merampungkan penawaran umum saham terbatas (right issue) senilai Rp 11,2 triliun. Dana tersebut untuk membayar utang, memastikan penyelesaian proyek termasuk Meikarta, dan memulai strategi baru.

“Penawaran umum terbatas merupakan komponen integral transformasi strategis perusahaan, kami senang telah menerima dukungan kuat dari para pemegang saham," kata CEO PT PT Lippo Karawaci Tbk, John Riady, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (16/7/2019).

Beberapa investor institusional global termasuk George Raymond Zage III, Chow Tai Fook Nominee Limited, Gateway Partners, dan lainnya telah berpartisipasi dalam penawaran umum terbatas tersebut.

Para investor tersebut dimana mereka telah menginvestasikan lebih dari US$ 230 juta di Lippo Karawaci, merupakan bukti kembalinya keyakinan para investor pada fundamental jangka panjang perseroan serta kemampuan manajemen melaksanakan rencana transformasi.

Keluarga Riady, yang memiliki 48,7 persen saham di Lippo Karawaci melalui PT Inti Anugerah Pratama (IAP) dan perusahaan anak bertindak selaku pembeli siaga dan melaksanakan penuh haknya sesuai dengan porsi kepemilikannya dalam perseroan.

Menurut John Riady, keberhasilan menyelesaikan penawaran umum terbatas memberikan LPKR pijakan keuangan yang lebih kokoh serta memberikan fleksibilitas mewujudkan strategi pertumbuhan perseroan. "Kami berterima kasih atas kembalinya kepercayaan pasar pada Lippo Karawaci sejauh ini, dan kami akan terus fokus pada eksekusi serta menghasilkan nilai tambah bagi para pemegang saham,” kata John Riady.

Sejak pengumuman rencana transformasi LPKR pada tanggal 12 Maret, harga saham LPKR melambung dan obligasinya menjadi salah satu yang berkinerja terbaik di Asia. Transformasi perseroan kata dia, tepat waktu mengingat peringkat Indonesia baru saja ditingkatkan serta terpilihnya kembali Presiden Joko Widodo. "Ini memicu momentum pertumbuhan Indonesia serta meningkatkan optimisme terhadap LPKR sebagai salah satu perusahaan real estat terbesar di Indonesia," kata John Riady.

Tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), Lippo Karawaci adalah perseroan real estat terintegrasi dengan total aset US$ 3,9 miliar per 31 Maret 2019. Bisnis inti perseroan terdiri dari pengembangan perumahan di daerah perkotaan, lifestyle malls dan layanan kesehatan. Perseroan juga secara aktif terlibat dalam pengembangan terintegrasi, perhotelan, pengembangan dan manajemen perkotaan, serta layanan manajemen aset.

Hadir di 36 kota, perseroan adalah pengembang properti terkemuka di Indonesia dengan 1.283 ha landbank yang siap untuk dikembangkan. Melalui dua anak perseroan publik yang tercatat di bursa, PT Lippo Cikarang Tbk, dan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk. Selain itu, LPKR juga memiliki 51,05 persen saham PT Siloam International Hospitals Tbk, jaringan rumah sakit swasta terkemuka di Indonesia, dengan 37 rumah sakit di 28 kota di seluruh Indonesia

LPKR juga memiliki dua REIT yang tercatat di bursa efek Singapura, yaitu First Real Estate Investment Trust dan Lippo Malls Indonesia Retail Trust dengan aset yang dikelola masing-masing US$ 1,0 miliar dan US$ 1,5 miliar, per tanggal 31 Maret 2019.



Sumber: BeritaSatu.com