Apartemen Segmen Menengah Tangerang Masih Potensial

Apartemen Segmen Menengah Tangerang Masih Potensial
Desain lobby apartemen Green Cleosa, Kota Tangerang ( Foto: istimewa )
Edo Rusyanto / EDO Selasa, 16 Juli 2019 | 11:35 WIB

 

 

Jakarta, Beritasatu.com – Pasar apartemen di kawasan Tangerang, Banten dinilai masih potensial. Mirip dengan pasar Jakarta, segmen menengah tengah dan menengah bawah merupakan favorit pilihan konsumen properti di kawasan Tangerang.

“Kematangan wilayah Tangerang membuat pengembang terus membangun apartemen, padahal harga tanahnya lebih mahal dibandingkan wilayah penyangga Jakarta lainnya. Segmen menengah tengah dan menengah bawah masih menjadi pilihan banyak pembeli, termasuk apartemen mahasiswa,” ujar Head of Research and Consultancy Savills Indonesia, Anton Sitorus, di Jakarta, baru-baru ini.

Kawasan Tangerang mencakup Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Tangerang Selatan (Tangsel). Saat ini, jumlah penduduk tetangga kota Jakarta tersebut lebih dari tujuh juta jiwa. “Sejak lama, sejumlah lokasi di Tangerang sudah dikembangkan oleh developer besar sehingga menarik orang untuk membeli hunian di Tangerang. Selain itu, tingkat perekonomian di kawasan Tangerang juga cukup bagus,” paparnya.

Dia menambahkan, fasilitas penunjang bagi warga penghuni apartemen juga cukup menopang seperti rumah sakit, pusat pendidikan, dan fasilitas komersial. “Walau, daerah lain di sekitar Jakarta juga mulai bersaing seperti Bekasi, Sentul, dan kota Bogor,” ujarnya.

Data Savills Indonesia memperlihatkan bahwa kota-kota di sekitar Jakarta terus diserbu beragam proyek apartemen. Dalam rentang 2015-2018, pasokan apartemen di kawasan Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek) mencapai 13.800 unit. Namun, untuk tahun 2019 sampai dengan 2022 diperkirakan ada pasokan baru sebanyak 32.600 unit. Dari suplai tersebut sekitar 54% adalah menyasar segmen menengah bawah dan 45% menyasar kelas menengah atas, dan 1% untuk kelas atas.

Dari seluruh pasokan apartemen di Bodetabek tersebut mayoritas atau sebanyak 57% berada di kawasan Tangerang. Lalu, Bekasi (26%), Depok (12%), dan Bogor (5%). Rata-rata pasar yang disasar adalah segmen menengah bawah.

“Segmen menengah dengan harga berkisar Rp 300-400 juta per unit merupakan yang kompetitif saat ini,” ujar Agung Hadi, direktur utama PT Bhakti Agung Propertindo, di Jakarta, Senin (15/7).

Saat ini, jelas dia, Bhakti Agung Propertindo tengah menggarap proyek Green Cleosa Apartment and Condotel. Proyek yang berdiri di Ciledug, Kota Tangerang tersebut mencakup dua menara. Permintaan apartemen di kawasan itu dinilai masih cukup tinggi dimana hal itu dapat terlihat dari penjualan menara pertama Cleosa yang sudah mencapai separuh dari total unit yang ditawarkan. “Penjualan kami sudah mencapai 50% untuk menara pertama yang berkapasitas 600 unit,” ujar Agung Hadi.


Perlu Perhatian

Sementara itu, terkait kelas menengah, Director Advisory Services Colliers Internasional Indonesia Monica Koesnovagril, pernah mengatakan, saat ini yang perlu menjadi perhatian pemerintah adalah properti untuk kelas menengah. Hal itu mengingat banyak kalangan menengah belum memiliki rumah, termasuk kalangan milenial. Perlunya perhatian kepada segmen menengah adalah karena di level ini banyak yang tidak masuk ke dalam kategori subsidi.

"Kelas menengah Indonesia cukup besar, tetapi belum mendapat perhatian dari pemerintah. Hanya kelas menengah bawah dan kelas atas saja, padahal kelas menengahjumlahnya besar," kata dia, beberapa waktu lalu.

Monica menegaskan, seharusnya pemerintah memberikan insentif kepada kelas menengah agar mereka memiliki hunian. Insentif itu bisa berupa suku bunga yang rendah, uang muka yang ringan, dan tenor kredit yang cukup panjang.

"Pemerintah bisa mendesak bank BUMN menurunkan suku bunga bagi kelas menengah, karena selama ini suku bunganya cukup tinggi sehingga kelas menengah ikut tumbuh untuk membeli properti dan ekonomi juga ikut bergerak naik," katanya.
Menurut data Colliers, dominasi apartemen segmen menengah juga terlihat di Jakarta, selain di Tangerang. Pada kuartal I-2019, apartemen kelas menengah mendominasi, yaitu tepatnya 77,7%. Lalu, sebanyak lainnya 11,5% apartemen kelas bawah, 8,8% apartemen kelas atas, dan 2% apartemen kelas mewah.

Dari sisi tingkat serapan, pada kuartal I-2019 secara rata-rata adalah 87%, dan diperkirakan tingkat serapan apartemen pada 2019 ini adalah berkisar 85-86%.

 



Sumber: Investor Daily