Kadin Minta Pemerintah Tambah Kecepatan Tingkatkan Ekonomi

Kadin Minta Pemerintah Tambah Kecepatan Tingkatkan Ekonomi
Rosan Roeslani dan Joko Widodo. ( Foto: Antara )
Ridho Syukro / MPA Selasa, 16 Juli 2019 | 19:43 WIB


Jakarta, Beritasatu.com- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong pemerintah yang baru agar menambah kecepatan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi berkualitas. Kecepatan yang diinginkan pengusaha adalah kecepatan dalam membangun infrastruktur dan kecepatan dalam reformasi birokrasi.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani mengatakan saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah berkembang dan tidak jalan di tempat, tinggal kecepatan dalam semua aspek.Contoh negara maju seperti Jepang dan Amerika Serikat, pemerintahnya sudah bergerak cepat sehingga tidak ketinggalan.

" Indonesia harus bergerak cepat dalam semua hal agar ekonominya semakin berkualitas," ujar dia dalam acara " Diskusi Indef, di Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Kecepatan dalam membangun infrastruktur merupakan suatu keharusan karena infrastruktur merupakan kunci pertumbuhan ekonomi berkualitas. Pembangunan infrastruktur yang dilakukan Presiden Joko Widodo pada pemerintahan sebelumnya sudah bagus tinggal menambah jumlahnya saja seperti menambah jumlah bandara ataupun jalan tol.

Infrastruktur yang berkualitas akan menambah daya tarik ekonomi dan investasi akan masuk. Investasi masuk maka akan berdampak pada penciptaan lapangan kerja. "Semuanya sudah menjadi satu kesatuan ada infrastruktur, ada investasi masuk dan kemudian ada lapangan pekerjaan," ujar dia.

Disamping infrastruktur, pengusaha juga menginginkan kecepatan dalam reformasi birokrasi. Selama ini, reformasi birokrasi Indonesia masih lamban apalagi di daerah. Integrasi sistem perizinan antara pemerintah pusat dan daerah masih lemah, kadang daerah mempunyai caranya sendiri dan tidak berkoordinasi dengan pusat sehingga kacau balau.

Jika pusat dan daerah tidak berkoordinasi maka akan menurunkan daya saing investasi. Investor bisa saja batal berinvestasi jika sistem perizinan lamban dan berbelit belit. Implementasi Online Single Submission masih lemah karena pemerintah daerah kurang kooperatif. Kadin Pusat meminta pemerintah daerah saling berkoordinasi dan kerjasama untuk kebaikan bersama.

Ia menilai jika semua kecepatan dalam infrastruktur dan reformasi birokrasi diterapkan maka Indonesia mempunyai nilai tambah.

Dan apabila terjadi perang dagang global antara Amerika Serikat dan Tiongkok, maka posisi Indonesia aman dan bisa mengambil keuntungan karena sudah berdaya saing.

Pengamat Ekonomi Senior Indef Aviliani mengatakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas sangat tergantung pada implementasi kebijakan dan jangan jalan di tempat. Selama ini banyak kebijakan yang dibuat tetapi tidak pernah dijalankan.

Menurut dia, kebijakan yang konsisten akan mendorong ekonomi dan mengangkat sektor prioritas. " Kalau menurut saya, pertumbuhan ekonomi tergantung kebijakan ya," ujar dia.

Dalam membuat kebijakan pemerintah juga harus berdiskusi dengan pengusaha karena pengusaha yang akan merasakan. Pada intinya, pengusaha dan pemerintah adalah partner yang tidak bisa dipisahkan



Sumber: Investor Daily