Aspaki Siap Penuhi Kebutuhan Alat Kesehatan Nasional

Aspaki Siap Penuhi Kebutuhan Alat Kesehatan Nasional
Ketua Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI), Ade Tarya, saat memberikan sambutan di acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ASPAKI. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Selasa, 16 Juli 2019 | 21:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (Aspaki) menyelenggarakan Rapat Kerja Naskernas I sebagai amanat musyarawah nasional (Munas) yang dilakukan pada tahun 2017. Rakernas ini dihadiri oleh 106 perwakilan dari 54 perusahaan anggota Aspaki, serta undangan dari berbagai pemangku kepentingan industri alkes Indonesia.

Baca Juga: Aspaki Gandeng KMDICA Kembangkan Alat Kesehatan

Ketua Umum Aspaki, Ade Tarya, mengatakan, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) merupakan sarana untuk memproteksi pasar alat kesehatan dalam negeri.

"Aspaki memandang perlu untuk diadakannya TKDN khusus untuk industri alat kesehatan, dengan batasan khusus TKDN untuk berbagai kategori alat kesehatan dan insentif khusus untuk biaya assesment TKDN, sehingga tidak memberatkan industri," jelas Ade Tarya kepada Beritasatu.com, di Jakarta, Senin (16/7/2019).

Baca Juga: Pasar Alat Kesehatan Diprediksi Capai Rp 13,5 Triliun

Dari kapasitas produksi industri alat kesehatan, kata Ade Tarya, Aspaki optimistis dapat memenuhi kebutuhan alat kesehatan nasional, yang secara strategis sangat penting terutama dalam era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) saat ini.

"Walapun demikian, saat ini produk alat kesehatan impor masih mendominasi pasar alat kesehatan di Indonesia, dengan pangsa pasar sekitar 90 persen dari kebutuhan alat kesehatan di Indonesia," tandas Ade Tarya.

Baca Juga: Pasar Industri Alat Kesehatan Lokal Berpotensi Tumbuh

Ade Tarya menambahkan, Aspaki menjadi wadah bagi produsen alat kesehatan Indonesia dalam bekerja sama untuk mengembangkan usaha industri alat kesehatan yang berbasis pada kompetensi.

"Aspaki memiliki visi untuk mewujudkan industri alat kesehatan nasional yang unggul dan memiliki daya saing di tingkat nasional dan internasional," pungkas Ade Tarya.

 



Sumber: BeritaSatu.com