Implementasi IFRS 17 Membuat Asuransi Lebih transparan

Implementasi IFRS 17 Membuat Asuransi Lebih transparan
Asuransi Umum Terbaik dan Reasuransi - Ketua Dewan Juri Herris Simandjuntak (Enam dari kiri) didampingi Direktur Beritasatu Media Holdings Primus Dorimulu (kiri) bersama pemenang asuransi umum terbaik dan reasuransi (kiri-kanan) Commercial Lines Division Head PT Asuransi Sinar Mas Konstantinus S. Tarung, Direktur PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) Dwi Agus Sumarsono, Direktur Utama PT Tugu Pratama Indonesia Tbk Indra Baruna, Direktur Utama PT Asuransi Bringin Sejahtera Artamakmur Tri Wintarto, Technical Assistant Director PT Asuransi Mitra Pelindung Mustika Stephanus Soelistio, General Manager PT Asuransi Cakrawala Proteksi Santosa Adikarta, Direktur Utama PT Asuransi Kresna Mitra Tbk Pepe Arinata, Risk Management & Strategic Planning PT China Taiping Insurance Indonesia Anggit Prabu, President Director PT Asuransi Reliance Indonesia Mardiana, Direktur Pengembangan, Manajemen Risiko dan Kepatuhan PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) Eka Sjarief, Direktur PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk Fanra Budiman Arief saat acara Investor Awards Best Insurance 2019 di Jakarta, Kamis (18/7). ( Foto: Beritasatu Photo / Uthan AR )
Nida Sahara / FMB Jumat, 19 Juli 2019 | 10:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai implementasi standar pelaporan keuangan internasional (International Financial Reporting Standards/IFRS) 17 bagi industri asuransi merupakan komitmen yang harus diterapkan. Hal tersebut dilakukan supaya industri asuransi terbiasa ke depannya dalam melaporkan keuangannya dan menjadi lebih transparan.

"Sebetulnya IFRS ini ada yang bilang akan menelanjangi, atau bisa buat lebih transparan, tetapi ini suatu hal yang telah menjadi komitmen, mau tidak mau kita harus terima. Kita siapkan diri dengan baik, kalau sudah terbiasa jadi tidak kaget," kata Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank II OJK Moch Ihsanuddin di Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Dia menambahkan, bagi industri asuransi jiwa, terdapat banyak produk, terutama unit link, yang jika diterapkan IFRS 17 akan membuat pelaku kaget karena perlu menjabarkan lebih dalam laporan keuangannya.

Meskipun, hingga saat ini pelaku asuransi juga menyebut belum siap untuk menerapkan aturan standar akuntansi baru IFRS 17 tersebut. Selain pelaku asuransi, OJK juga akan berdampak dengan adanya aturan IFRS tersebut.

"Bukan hanya ke pelaku, tapi OJK juga ikut terkena dampak IFRS, semua juga akan kena dampak," ujar Ihsanuddin.

IFRS 17 merupakan standar akuntansi keuangan yang dikeluarkan untuk mengatur perlakuan akuntansi yang disepakati secara internasional untuk kontrak-kontrak asuransi. IFRS 17 ini menggantikan IFRS 4 yang sudah ada sejak tahun 2004. Namun, dapat dikatakan IFRS 17 adalah standar internasional pertama yang ada untuk akuntansi kontrak asuransi karena IFRS 4 adalah standar interim yang masih membolehkan variasi pencatatan akuntansi yang berbeda-beda.



Sumber: Investor Daily