AAUI Sampaikan Pentingnya Mitigasi Risiko pada Literasi Asuransi

AAUI Sampaikan Pentingnya Mitigasi Risiko pada Literasi Asuransi
Depan : Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), M. Ichsanuddin (Tujuh dari kiri), Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Budi Tampubolon (dua dari kiri), Ketua Departemen Kerjasama Antar Lembaga Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Rachman Notowibowo (enam dari kiri), Ketua Dewan Juri Herris Simandjuntak (tujuh dari kanan), I Ketut Sendra, Diah Sofiyanti (kanan), penerima Investor Award Best Insurance 2019 : Direktur Utama PT Tugu Pratama Indonesia Tbk Indra Baruna, Head of Product Tradisional and Implementation PT AIA Financial Jong Wie Siu, Direktur Utama PT BNI Life Insurance Shadiq Akasya, Direktur Pemasaran dan Syariah PT Asuransi BRI Life Anik Hidayati, Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Taspen Maryoso, Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Kresna Kurniadi Sastrawinata, Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha Yanes Y. Matulatuwa. Belakang (ki-ka) Pemred Senior Beritasatu, Samuel Tahir, Direktur Beritasatu Media Holdings Primus Dorimulu, Presiden Direktur PT Prudential Life Assurance Jens Reisch, Direktur PT Asuransi Dayin Mitra Tbk Purnama Hadiwidjaja, Direktur PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) Dwi Agus Sumarsono, Direktur Utama PT Asuransi Bringin Sejahtera Artamakmur Tri Wintarto, Direktur PT Asuransi Jiwa Mandiri Inhealth Bugi Riagandhy, Vice President Brand and Communications PT Sun Life Financial Indonesia Kaiser Simanungkalit, Direktur Utama PT Capital Life Indonesia Antony Japari, Direktur Utama PT Indolife Pensiontama Andreas S. Soedjijanto, General Manager PT Asuransi Cakrawala Proteksi Santosa Adikarta, President Director PT Asuransi Reliance Indonesia Mardiana, Direktur Utama PT Asuransi Kresna Mitra Tbk Pepe Arinata, Commercial Lines Division Head PT Asuransi Sinar Mas Konstantinus S. Tarung, General Manager of Agency Development PT Asuransi Jiwa Sequis Life Franky Nayoan,Direktur PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk Fanra Budiman Arief, Risk Management & Strategic Planning PT China Taiping Insurance Indonesia Anggit Prabu (kanan) saat acara Investor Awards Best Insurance 2019 di Jakarta, Kamis (18/7). ( Foto: Beritasatu Photo / Uthan AR )
Prisma Ardianto / FMB Jumat, 19 Juli 2019 | 10:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menyampaikan edukasi mengenai mitigasi risiko menjadi hal pertama yang harus dilakukan dalam memberikan literasi asurasi. Di sisi lain, pagelaran Best Insurance 2019 versi Majalah Investor juga turut membantu asosiasi dalam menyebarluaskan literasi tentang asuransi.

Ketua Departemen Kerjasama Antar Lembaga AAUI Rachman Notowibowo berujar, industri asuransi, khususnya asuransi umum, menjadi bagian penting dalam perekonomian Indonesia. Oleh sebeb itu, penyebaran literasi asuransi kepada masyarakat perlu gencar dilakukan. Adapun edukasi mengenai mitigasi risiko menjadi langkah awalnya.

"Untuk melakukan literasi kepada masyarakat, itu menunjukan awareness asuransi. Tentu saja diawali dengan masyarakat yang menyadari mitigasi resiko. Pemahaman ini perlu secara perlahan diberikan kepada masyarakat karena risiko dapat selalu terjadi," kata dia di Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Sementara itu, sejalan dengan misi AAUI, acara Majalah Investor dalam memilih asuransi terbaik 2019 turut dinilai membantu mengedukasi masyarakat dalam hal literasi asuransi. "Dengan adanya pemberian penghargaan seperti ini dari Majalah Investor, kami dari AAUI merasa ikut terbantu dalam hal literasi asuransi untuk masyaraat. Sebagai media, sifatnya menyebar luas di masyarakat," papar dia

Di sisi lain, Rachman mengatakan, penghargaan semacam ini dapat membuat industri termotivasi dan bersemangat dalam meningkatkan kinerja. Apalagi dalam penyelenggaraannya, para industri diseleksi dengan ketat.

"Tentu saja dengan kriteria yang diberikan dewan juri akan berusaha mencapai kinerja terbaik di tahun berikutnya. Dengan potensi ekonomi ke depan yang harapannya semakin baik, tentu saja pemain industri asuransi ingin catatan keuangan asuransi umum khususnya menjadi lebih baik lagi," jelas dia.

Lebih lanjut, menurut data yang dihimpun, pada seleksi awal terdapat 53 asuransi jiwa, 74 asuransi umum, dan enam perusahaan reasuransi. Hingga tahap akhir, terdapat 29 asuransi jiwa, 40 asuransi umum, dan 4 reasuransi. Perusahaan yang tidak lolos seleksi akibat terganjal seleksi awal dan alasan khusus. Alasan khusus yang dimaksud yaitu perusahaan dalam status Pembatasan Kegiatan Usaha (PKU), pertumbuhan belum 4 tahun, dan belum mempublikasi laporan keuangan 2018.



Sumber: Majalah Investor