Perang Dagang Jadi Alasan BI Turunkan Suku Bunga
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Perang Dagang Jadi Alasan BI Turunkan Suku Bunga

Jumat, 19 Juli 2019 | 21:02 WIB
Oleh : Herman / WBP

Medan, Beritasatu.com - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) telah memutuskan untuk menurunkan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen. Kebijakan tersebut sejalan tetap rendahnya prakiraan inflasi dan perlunya mendorong momentum pertumbuhan ekonomi, di tengah kondisi ketidakpastian pasar keuangan global yang menurun dan stabilitas eksternal yang terkendali.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo menyampaikan, ketegangan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok yang diprediksi masih akan terus berlanjut membuat kondisi ekonomi global melambat. Itu pula yang menjadi salah satu alasan BI menurunkan suku bunga. AS bahkan telah menaikkan tambahan tarif ke 25 persen untuk nilai perdagangan dari Tiongkok ke AS sebesar US$ 200 miliar. Tiongkok langsung membalasnya dengan menaikkan tambahan tarif sampai 25 persen.

“Dalam Osaka Summit kemarin telah disepakati untuk melakukan pembahasan (trade war) lebih lanjut. Artinya belum bisa dikatakan kalau trade war ini selesai. Tetapi ada satu hal yang menjadi lebih pasti dari kemarin, di mana kepastian dari ketidakpastian ini akan membuat kondisi ekonomi global lebih melambat. Pasar sudah melihat bahwa trade war kemungkinan besar akan terus berlanjut. Sebelumnya, banyak yang bertanya, mengapa BI tidak menurunkan suku bunga, padahal inflasinya bagus dan ekonominya perlu tumbuh. BI selalu mengatakan, kita masih melihat risiko eksternalnya, perlu meyakini eksternal stability-nya tetap ada. Sekarang kita meyakini bahwa ketidakpastian di eksternal secara global sudah lebih terukur, lebih pasti. Itulah yang kemudian menjadi dasar BI mengambil kebijakan ini,” kata Dody Budi Waluyo dalam acara pelatihan wartawan ekonomi yang digelar di Medan, Jumat (19/7/2019).

Dampak dari trade war ini menurut Dody akan membuat perdagangan yang ada di negara emerging maupun di negara maju jadi melambat. Dampak lainnya adalah konsumsi yang tertahan akibat pendapatan dari ekspor yang berkurang. Selain itu, permintaan produksi juga akan berkurang akibat permintaan secara global yang menurun.

“Trade war juga tidak bisa dikatakan hanya berhenti di AS dan Tiongkok. Di dalam list Amerika, banyak negara-negara yang punya surplus perdagangan kepada AS dan sedang di-review kebijakannya oleh mereka seperti India, Meksiko, Vietnam, dan beberapa negara lainnya. Kapan perang dagang ini akan berakhir? Kalau kita baca pada sejumlah media dan merujuk pada satu titik, ini akan berhenti pada saat nanti adanya election (2020). Itu jadi alat saja untuk memenangkan Trump,” ujar Dody Budi Waluyo.

Dengan posisi ini, menurut Dody gambaran ketidakpastiannya menjadi lebih terukur, di mana ekonomi global akan melambat. Sehingga risikonya harus dihadapi dengan salah satunya melakukan penurunan suku bunga. Ke depan, lanjut Dody, upaya untuk mendorong permintaan domestik termasuk investasi perlu ditingkatkan untuk memitigasi dampak negatif perlambatan ekonomi dunia.

“Strategi operasi moneter juga tetap diarahkan untuk memastikan ketersediaan likuiditas. Itu sebetulnya sudah kita mulai dari dua tiga bulan sebelumnya. Kita membuka window untuk Term Repo setiap hari. Artinya meyakinkan kepada pasar bahwa likuditas akan terus kita pasok sepanjang diperlukan oleh perbankan. Ini semua untuk memastikan ketersediaan likuiditas di pasar uang dan memperkuat transmisi kebijakan moneter yang akomodatif, artinya kebijakan suku bunga dan likuiditas GWM (Giro Wajib Minimum) yang akomodatif,” ujar Dody Budi Waluyo.

Dengan suku bunga diturunkan, Dody berharap kebijakan ini akan semakin memperkuat stabilitas di neraca pembayaran. “Harapannya kebijakan ini akan membuat biaya untuk borrowing dari perbankan menjadi lebih murah, menjadikan lending perbankan jadi lebih baik. Permintaan terhadap kredit tentunya harus tetap dijaga. Sebab kalau permintaan itu juga lemah, akan menjadi sulit bagi perbankan melakukan ekspansi lending. Dari survei yang kita lakukan, kita melihat dari sisi ekspektasi konsumen masih cukup positif untuk terus melakukan kegiatan investasi,” ujar Dody Budi Waluyo.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

AP I Terima Anugerah Manajemen Arus Mudik

Anugerah diberikan atas kinerja AP I sepanjang pelaksanaan arus mudik Lebaran 2019.

EKONOMI | 19 Juli 2019

BI: Penurunan Suku Bunga Beri Persepsi Positif ke Investor

Aliran modal tetap masuk kepada instrumen portofolio dan menambah surplus neraca modal.

EKONOMI | 19 Juli 2019

Darmin Sebut Penurunan Suku Bunga BI Sejalan Kondisi Global

Momen pelonggaran kebijakan moneter ini dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan roda perekonomian.

EKONOMI | 19 Juli 2019

Melantai di Bursa, Kencana Energi Bidik Dana IPO Rp 245-410 M

Dana IPO, sekitar 55 persen untuk pengembangan usaha hydro power plant dan energi terbarukan lainnya di Sumatera dan Sulawesi Selatan.

EKONOMI | 19 Juli 2019

Penyelenggaraan Angkutan Lebaran AP II Diapresiasi Pemerintah

Angkutan Lebaran 2019 diupayakan AP II untuk dikelola secara informatif, inovatif, dan responsif.

EKONOMI | 19 Juli 2019

Penurunan Bunga Gairahkan Properti

Penurunan suku bunga akan membangkitkan pasar properti karena membuat KPA menjadi lebih murah.

EKONOMI | 19 Juli 2019

Hingga Minggu Ketiga Juli, BI Sebut Cabai Picu Inflasi

Inflasi tercatat di beberapa komoditas cabai merah yang relatif menyumbang 0,15 persen dan cabai rawit 0,1 persen.

EKONOMI | 19 Juli 2019

Top 10 Market Cap, GGRM dan HMSP Naik Signifikan

PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) menguat Rp 80 (2,60 persen) mencapai Rp 3.150 dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 366,401 triliun.

EKONOMI | 19 Juli 2019

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 13.937

Rupiahberada di level Rp 13.937,5 per dolar AS atau terapresiasi 22,5 poin (0,16 persen).

EKONOMI | 19 Juli 2019

Likuiditas Dinilai Makin Ketat, BTN Revisi Rencana Bisnis Bank

Perubahan RBB Bank BTN meliputi pertumbuhan kredit hingga akhir tahun yang diprediksi berkisar 10%-12%. DPK juga tumbuh 10%-12%, sementara aset 8%-10%.

EKONOMI | 19 Juli 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS