Wall Street Melemah di Tengah Laporan Kinerja Perusahaan

Wall Street Melemah di Tengah Laporan Kinerja Perusahaan
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. ( Foto: AFP / Johannes Eisele )
/ WBP Sabtu, 20 Juli 2019 | 07:37 WIB

New York, Beritasatu.com - Saham-saham di Wall Street melemah pada akhir perdagangan Jumat atau Sabtu pagi WIB (20/7/2019), karena investor mencerna sejumlah laporan laba perusahaan dan mencari petunjuk untuk kebijakan moneter bank sentral berikutnya.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 68,77 poin atau 0,25 persen, menjadi 27.154,20 poin. Indeks S&P 500 berkurang 18,50 poin atau 0,62 persen, menjadi 2.976,61 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup turun 60,75 poin atau 0,74 persen, menjadi 8.146,49 poin.

Perolehan laba kuartal kedua diperkirakan meningkat 1,0 persen dari periode yang sama tahun lalu. Tidak termasuk sektor energi, perkiraan pertumbuhan laba mencapai 1,6 persen, menurut Refinitiv pada Jumat (19/7/2019). "Dari 79 perusahaan di S&P 500 yang telah melaporkan laba hingga saat ini, 77,2 persen telah melaporkan laba di atas ekspektasi para analis," kata Refinitiv dalam analisis mingguannya tentang laba perusahaan.

Namun, para analis berhati-hati pada prospek pendapatan kuartal ketiga. Perkiraan tingkat penurunan laba untuk S&P 500 pada kuartal ketiga tahun ini adalah 0,1 persen. Jika sektor energi dikecualikan, tingkat pertumbuhan laba akan menjadi 1,0 persen.

Microsoft melaporkan laba sebesar US$ 33,7 miliar mengalahkan perkiraan Wall Street. Hasil ini didorong lonjakan pendapatan dari bisinis cloud sebesar 39 persen dari tahun ke tahun. Laba per saham perusahaan mencapai US$ 1,71.

Penerbit kartu kredit, American Express, melaporkan total pendapatan terkonsolidasi sebesar US$ 10,8 miliar setelah dikurangi biaya bunga. Laba per saham dilusian kuartalannya adalah US$ 2,07 naik 13 persen dari setahun lalu.

Indeks-indeks utama berbalik ke wilayah hijau pada Kamis sore (18/7/2019) setelah Presiden Federal Reserve New York, John Williams mengatakan "pihaknya membayar untuk bertindak cepat menurunkan suku bunga pada tanda pertama dari tekanan ekonomi."

Ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga pada Juli berada pada 100 persen, dengan 43,1 persen memperkirakan potongan 50 basis poin, menurut alat FedWatch CME Group.



Sumber: CNBC, Antara