Pelita Samudera Raih Kontrak Pengangkutan Batu Bara US$ 15,7 Juta

Pelita Samudera Raih Kontrak Pengangkutan Batu Bara US$ 15,7 Juta
PT Pelita Samudera Shipping Tbk dan PT Jembayan Muarabara menandatangani kontrak angkutan batu bara selama dua tahun. ( Foto: Istimewa / - )
Mashud Toarik / MT Senin, 22 Juli 2019 | 07:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Emiten jasa angkutan laut, PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) mengumumkan perolehan kontrak jangka panjang pengangkutan dan pemindahmuatan batu bara dengan senilai US$15.7 juta.

Kontrak tersebut merupakan kontrak perpanjangan yang memiliki jangka waktu selama dua tahun dengan perusahaan tambang batu bara PT Jembayan Muarabara yang merupakan bagian dari kelompok usaha PTT Thailand (Sakari Resources Group).

Pemindahmuatan batubara ini merupakan bisnis jasa Floating Loading Facility (FLF) Perseroan yang beroperasi di area Kalimantan Timur.

Sekretaris Perusahaan PT Pelita Samudera Shipping Tbk, Imelda Agustina Kiagoes mengatakan kepercayaan Jembayan terhadap PSSI ini melengkapi dua kontrak jangka panjang sebelumnya untuk jasa kapal tunda dan tongkang (tug dan barge) yang ditandatangani tahun lalu senilai US$39 juta dan US$18 juta, dimana salah satu kontrak untuk pengangkutan batu bara ke area Jawa Timur, dalam rangka mensuplai salah satu pembangkit listrik terbesar di Indonesia.

Kontrak jangka panjang kedua selama satu tahun dengan LG Internasional, perusahaan berbasis di Korea yang bekerja sama dengan perusahaan tambang batu bara PT Ganda Alam Makmur.

Pengangkutan batubara di area operasi Kalimantan Timur dari jasa tug dan barge dengan minimum garansi kontrak volume sekitar 1.3 juta metrik ton.

“Sampai dengan akhir semester pertama di 2019, komposisi kontrak jangka panjang untuk segmen Floating Loading Facility sudah mencapai hampir 90% dan sekitar 10% spot basis dengan persentase kontrak jangka panjang yang lebih tinggi dari 2018. Sedangkan segmen tug dan barge telah mencapai 75% untuk kontrak jangka panjang dan 25% spot basis. Utilisasi kapal yang tinggi di rata-rata 95% sampai akhir Juni 2019,” papar Imelda yang dikutip dari keterangan tertulisnya, Senin, (22/7/2019)

Menurutnya dengan target pendapatan yang lebih tinggi di semester kedua 2019 dibandingkan semester pertama 2019, segmen Floating Loading Facility dan tug dan barge juga mendukung pertumbuhan pendapatan Perseroan di 2019 selain lini bisnis terbaru di bulk carrier Mother Vessel.



Sumber: Majalah Investor