Emerald Land Garap Proyek Mixed Use di Karawang

Emerald Land Garap Proyek Mixed Use di Karawang
Dodi Pramono, Direktur Utama Emerald Land Development (kedua kanan) foto berasama dengan jajaran tim konsultan dan koordinator pemasaran Epic Property ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Imam Muzakir / FER Selasa, 23 Juli 2019 | 15:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengembang properti Emerald Land Development menjalin kerja sama operasi (KSO) dengan PT Samudera Teknindo Hydraumatic, mengembangkan proyek mixed use seluas 50 hektare, di wilayah Karawang, Jawa Barat (Jabar). Kawasan bertajuk 'Emerald Neopolis' ini, akan mengintegrasikan landed house (rumah tapak), apartemen, hotel, pusat bisnis, pendidikan, serta perkantoran.

Direktur Utama Emerald Land Development, Dodi Pramono mengatakan, Emerald Neopolis dikembangkan secara bertahap, mulai dari kawasan hunian tapak seluas 34 hektare yang dibangun dalam dua fase, hingga high rise building (apartemen, perkantoran, pusat bisnis, pendidikan dan hotel) di atas lahan 16 hektare. Pembangunan fase pertama proyek ini diperkirakan akan menelan dana investasi sebesar Rp 100 miliar.

"Dana sebesar itu kami penuhi dari internal perusahaan. Untuk investasi selanjutnya akan dikombinasi dengan pembiayaan perbankan. Saat ini kami tengah menjajaki kerja sama kredit konstruksi dengan beberapa bank," ungkap Dodi Pramono, dalam siaran pers yang diterima redaksi, Selasa (23/7/2019).

Dodi menjelaskan, proyek Emerald Neopolis menempati area yang cukup strategis karena terletak persis di samping jalan tol Jakarta-Cikampek KM 52, dan hanya berjarak sekitar 10 menit menuju exit tol Karawang Barat. Lokasi proyek ini kedepan akan sangat strategis karena berada tepat di samping jalan arteri yang menghubungkan wilayah Karawang Barat dan Karawang Timur.

"Selama ini akses penghubung kedua wilayah tersebut hanya satu, yaitu melalui pusat pemerintahan Kabupaten Karawang. Saat ini, rencana pembangunannya sudah masuk tahap finalisasi," terang Dodi.

Dodi menambahkan, kawasan rumah tapak di Emerald Neopolis akan dikembangkan dengan sistem klaster. Pada fase pertama, pihak pengembang menawarkan klaster Emerald Park seluas 13,5 hektare, yang mencakup 980 unit rumah serta puluhan ruko (rumah dan toko).

"Seiring dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi, jumlah kebutuhan hunian untuk segmen menengah dan menengah atas terutama mereka yang bekerja di kawasan industri terus bertambah. Kami punya keyakinan, pengembangan klaster Emerald Park akan selesai dalam empat sesi pemasaran atau selama dua tahun," pungkas Dodi.



Sumber: Investor Daily