Tumbuhkan Wirausaha Baru, Kemperin Targetkan Gandeng 14 Ponpes

Tumbuhkan Wirausaha Baru, Kemperin Targetkan Gandeng 14 Ponpes
Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih. ( Foto: dok )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Selasa, 23 Juli 2019 | 15:47 WIB

Probolinggo, Beritasatu.com - Kementerian Perindustrian (Kemperin) berupaya menumbuhkan wirausaha baru di pondok pesantren (ponpes) melalui program santripreneur.

"Sejak program ini hadir tahun 2013 di Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) hingga kuartal II-2019, santripreneur telah membina sebanyak 33 pondok pesantren di lima provinsi dan menghasilkan 7.000 santri jadi wirausaha," kata Dirjen IKMA Kemperin Gati Wibawaningsih di Probolinggo, Selasa (23/7/2019).

Gati mengatakan, hingga akhir tahun 2019 program santripreneur ditargetkan dapat menjangkau 14 ponpes dan menambah sekitar 600 santri. Jika terealisasi, ponpes yang dijangkangkau pemerintah mencapai 47 unit dengan menjangkau sekitar 7.600 santri.

Program santripreneur terbaru dilakukan Kemperin di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo, Jawa Timur dengan tema “Santri Milenial di Era Perkembangan Teknologi Industri”. Melalui program Wira Usaha Baru (WUB) Santri Berindustri, langkah ini bertujuan meningkatkan kemampuan santripreneur dalam menghadapi era industri digital serta memanfaatkan perkembangan teknologi terkini. “Santri masa kini dituntut untuk tidak hanya mendalami ilmu agama tetapi juga melek perkembangan teknologi,” kata Gati Wibawaningsih di Probolinggo.

Gati meyakini, pondok pesantren dapat berperan strategis dalam mendukung pertumbuhan industri 4.0 di Indonesia. Selain dikenal tempat menempa santri yang berakhlak dan pekerja keras, pondok pesantren memiliki potensi pemberdayaan ekonomi, karena banyak ponpes yang mendirikan koperasi serta mengembangkan berbagai unit bisnis. "Seluruh potensi ini merupakan modal yang cukup kuat dalam menghadapi revolusi industri 4.0,”jelas Gati Wibawaningsih.

Pada kesempatan itu, Ditjen IKMA memberikan bimbingan teknis IKM konveksi kepada 30 santriwati Pondok Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo mulai 23 - 27 Juli 2019. Kemperin juga memfasilitasi mesin/peralatan WUB yaitu mesin jahit hight speed, mesin obras benang, bartack, button hole, iron steam, cutting mesin, mesin jahit single needle cutter, mesin overdeck, button atthacing, mesin waist band.

"Cakupan ruang lingkup pembinaan kami di antaranya pelatihan produksi dan bantuan mesin atau peralatan di bidang olahan pangan dan minuman (roti dan kopi), perbengkelan roda dua, kerajinan boneka dan kain perca, konveksi busana muslim dan seragam, daur ulang sampah, produksi pupuk organik cair serta pendampingan SNI garam beryodium," imbuh Gati Wibawaningsih.

Dalam mendukung implementasi industri 4.0 di sektor IKM, Kemperin juga memiliki program e-Smart IKM yang diluncurkan pada tahun 2017. Melalui e-Smart IKM Kementerian Perindustrian berupaya melakukan edukasi dan pembinaan terhadap IKM untuk masuk dalam e-commerce melalui program e-Smart IKM. Hal ini merupakan upaya pemerintah memperluas akses pasar IKM dan memperbesar presentase produk Indonesia di e-commerce.

E-Smart IKM selama periode tahun 2017-2019 terdiri atas sektor industri makanan dan minuman, logam, furnitur, kerajinan, fesyen, herbal, kosmetik, serta industri kreatif. Total nilai transaksi e-commerce dari seluruh IKM tersebut tercatat mencapai Rp 2,3 miliar. Sebanyak 31,87 persen di antaranya atau sekitar Rp 755 juta berasal dari sektor industri makanan dan minuman. “Oleh karena itu, saya mendorong agar para santri menjadi santri milenial yaitu santri yang mampu berproduksi dengan baik serta menguasai perkembangan teknologi digital dalam menjalankan unit usahanya, atau yang ingin saya sebut dengan istilah “Santri Milenial 4.0,” tutur Gati Wibawaningsih.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Jadid KH.Abdul Hamid, menyambut baik pelaksanaan program santripreneur ini karena dapat menambah kegiatan positif bagi para santri di lingkungan pondok. Selain itu, melalui usahanya nanti, para santri berguna bagi masyarakat menumbuhkan perekonomian daerah setempat seperti penyerapan tenaga kerja.



Sumber: BeritaSatu.com