Kartel Penerbangan Rugikan Sektor Pariwisata

Kartel Penerbangan Rugikan Sektor Pariwisata
Haryadi Sukamdani ( Foto: Istimewa )
Eva Fitriani / HK Selasa, 23 Juli 2019 | 22:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendukung penuh langkah Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk membongkar dugaan kartel harga tiket yang terjadi di industri penerbangan. Adanya praktek persaingan usaha tidak sehat tersebut sangat berdampak bagi industri lainnya, khususnya sektor pariwisata.

"Praktek-praktek kartel seperti ini akan menurunkan daya saing industri kita, dan Indonesia akan semakin tertinggal jauh dari negara lain," kata Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani di Jakarta, Selasa (23/7).

Hariyadi mengungkapkan, pihaknya melihat ada potensi persaingan usaha tidak sehat dengan kondisi di industri penerbangan saat ini. Sebab, 97% pasar hanya dikuasai dua pemain besar, yakni Garuda Indonesia (46%) dan Lion Air (51%).

"Pemerintah perlu membuka keran penerbangan agar ada balancing terhadap tarif dan persaingan usaha," ungkap dia.

Hariyadi menggarisbawahi, permasalahan di industri penerbangan ini sangat krusial, mengingat transportasi udara menjadi tulang punggung ekonomi dan pariwisata. Terbukti, kenaikan harga tiket yang terjadi di awal tahun ini, langsung berdampak pada sektor pariwisata dan perhotelan.

Pada semester I-2019, tingkat hunian hotel anjlok hingga 30% dibanding periode sama tahun lalu. Penurunan paling parah tentunya dirasakan oleh hotel-hotel tidak berbintang yang konsumennya rata-rata lebih rentan terhadap perubahan harga tiket penerbangan.

Ketua bidang Kebijakan Publik Apindo Sutrisno Iwantono menyebut, ada empat kasus di industri penerbangan yang tengah menjadi sorotan KPPU, yakni kartel tiket pesawat, rangkap jabatan manajemen (cross director seat), kartel kargo, dan indikasi upaya menyingkirkan satu maskapai dari persaingan.



Sumber: Investor Daily