DSC|X Terima Ribuan Proposal Bisnis Industri Kreatif

DSC|X Terima Ribuan Proposal Bisnis Industri Kreatif
Penggagas DSCX, Edric Chandra menjelaskan Kita Kewirausahaan di acara roadshow DSCX, di Estubizi BC, Jakarta, Selasa (23/7/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Selasa, 23 Juli 2019 | 23:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Peluang untuk menjadi wirausaha muda Indonesia dengan mendapatkan modal usaha terbuka lebar. Pasalnya, kompetisi wirausaha Diplomat Success Challenge (DSC|X) kembali digelar.

Ajang yang hingga kini meraih antusiasme tinggi kepesertaan dari para wirausahawan muda nasional, menggelar roadshow di Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Penggagas DSC|X, Edric Chandra menyampaikan, DSC|X hingga kini disambut antusias ribuan wirausahawan muda nasional sejak dibuka pendaftarannya secara daring pada 15 Mei lalu.

"Perhelatan DSC|X telah menerima ribuan proposal. Sampai dengan saat ini, sebanyak 6.305 proposal yang dikirimkan. Adapun waktu penerimaan proposal ide bisnis peserta masih terbuka hingga 17 Agustus mendatang," ujar Edric Chandra.

Edric menjelaskan, proposal bisnis terbanyak berasal dari Jawa Tengah disusul Jawa Timur. Proposal bisnis dari propinsi Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi serta kawasan Timur Indonesia lainnya juga sudah cukup banyak masuk.

"Ini merupakan hal yang menggembirakan, sesuai dengan ekspektasi DSC|X bahwa program ini bisa dijangkau dan diikuti oleh seluruh masyarakat Indonesia,” jelas Edric.

Untuk kategori bisnis, kategori usaha makanan dan minuman masih menjadi kategori bisnis yang paling diminati. Hal ini lumrah, mengingat pertumbuhan industri ini di Indonesia sangat tinggi.

Selain itu, kategori startup digital, menjadi kategori yang juga diminati banyak pendaftar DSC untuk tahun ini. Hingga saat ini, DSC|X juga sudah menerima proposal bisnis dari kategori agrobisnis, kriya dan fashion, juga kategori teknologi terapan.

"Untuk usia peserta, lebih dari 80 persen pendaftar DSC|X adalah kaum milenial, dengan 80 persen diantaranya berusia 20-25 tahun. Hal ini membuktikan, anak muda Indonesia saat ini tidak lagi berorientasi sebagai job-seeker, tetapi lebih kepada job creator alias pencipta lapangan kerja,” tandas Edric.



Sumber: BeritaSatu.com