Logo BeritaSatu

Iklim Investasi Perlu Perbaikan, Ini Usul Dentons HPRP

Rabu, 24 Juli 2019 | 18:13 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Iklim investasi di Indonesia dinilai perlu diperbaiki, sehingga pelaku usaha bisa mudah menanamkan modalnya. Pasalnya, Indonesia masih butuh banyak investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) guna menggerakkan roda perekonomian. Hal itu diungkapkan Managing Partner Kantor Hukum Hanafiah Ponggawa & Partners (Dentons HPRP law firm), Constant M Ponggawa yang memiiki ratusan klien investor global.

"Indonesia terkenal dengan adanya hambatan investasi," kata Constant M Ponggawa saat berbincang dengan media di Jakarta, Rabu (24/7/2019).

Sebelum masuk ke Indonesia kata Constant M Ponggawa, pelaku usaha global akan konsultasi dengan lawyer untuk mengetahui iklim investasi. "Kami mendampingi mereka untuk kelengkapan administrasi investasi," kata Constant M Ponggawa.

Constant M Ponggawa mengungkapkan, berdasarkan konsultasi investor asing pada Denton HPRP, sejumlah hambatan investasi di Tanah Air yakni birokrasi perizinan yang membutuh waktu lama, peraturan tumpang tindih, peraturan daerah tidak sejalan dengan pusat serta aturan ketenagakerjaan yang kurang fleksibel.

Untuk mengantisipasi itu, seharusnya pemerintah dan Badan Koordinasi Penanaman Modal proaktif agar investor betah ke Indonesia dengan mempermudah kelengkapan dokumen berinvestasi. "Layanan Online Single Submission (OSS) sudah baik karena bisa mempersingkat waktu, dan efisien, tapi aspek lain harus diperbaiki seperti persoalan lahan usaha. Banyak overlaping antara kehutanan dan lingkungan dengan izin usaha," kata Constant M Ponggawa.

Constant M Ponggawa mengusulkan, investasi di atas Rp 10 triliun dilaporkan ke Sekretaris Negara (Sekneg) agar dipantau terus dan tidak diganggu oknum stakeholders baik di pusat atau di daeerah. "Sekneg lalu berikan informasi up date, kalau perlu presiden undang investor, apa yang dibutuhkan mereka," kata Constant M Ponggawa.

Selain itu, pemerintah juga perlu meninggalkan UU yang bermuatan politis. Pasalnya, investor perlu kepastian hukum. "Semua UU harus kita rapihkan dalam satu atap pemetaan nasional yang ramah pada investor," kata Constant M Ponggawa.

HPRP memiliki 13 patner dan 120 lawyer serta menjadi lima besar kantor hukum terbesar di Indonesia. Dengan bergabunnya Denton ke HPRP, maka investor global akan mudah masuk ke Indonesia dan sebaliknya investor Indonesia akan leluasa ekspansi ke luar negeri. Dalam pemeringkatan firma hukum se-Asia oleh sebuah lembaga internasional, Dentons tercatat menempati posisi kedua terbesar per tahun 2017 dengan jumlah partners dan associates sebanyak 4.966 orang. Jaringan firma hukum ini tersebar pada 75 negara di dunia.

Dentons HRPP telah mendampingi sejumlah pembiayaan proyek pemerintah Indonesia di bidang infrastruktur seperti Palapa Ring (paket timur), pembangunan Bandara Internasional Kertajati Jawa Barat dan Kulonprogo Jawa Tengah serta beberapa proyek pembangunan jalan tol. Dentons HPRP juga terlibat lain mewakili pemerintah Indonesia melalui PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) atau PT Inalum dalam transaksi pengambilalihan saham di PT Freeport Indonesia dari Freeport Mc Moran Inc.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Bank Ganesha Gandeng Rupiah Cepat Salurkan Kredit Rp 100 Miliar

Bank Ganesha menggandeng PT Kredit Utama Fintech Indonesia dengan produk peer to peer lending pada aplikasi Rupiah Cepat.

EKONOMI | 27 September 2022

Luncurkan Versi Pro, Saham Rakyat Targetkan 1 Juta Investor di 2023

Aplikasi Saham Rakyat sudah diunduh oleh total lebih dari 100.000 pengguna di Play Store dan App Store.

EKONOMI | 27 September 2022

Kaesang Pangarep: 70% Uang Saya Diinvestasikan di Saham

Kaesang Pangarep rupaya lebih mempercayakan uang yang dimilikinya untuk diinvestasikan di saham ketimbang ditabung. 

EKONOMI | 27 September 2022

Startup Ingin Dapat Modal dari Merah Putih Fund? Ini 4 Syaratnya

Untuk bisa mendapatkan pendanaan dari Merah Putih Fund. Pertama, startup tersebut pendirinya 100% atau seluruhnya harus orang Indonesia.

EKONOMI | 27 September 2022

Ekosistem BUMN Bisa Bantu Startup Berkembang Secara Sustainable

Wamen  BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan, tantangan utama yang dihadapi dunia startup adalah ketika ingin masuk ke tahap scalability.

EKONOMI | 27 September 2022

Mandala Finance Lirik Pembiayaan Motor Listrik

PT Mandala Multifinance Tbk (Mandala Finance) siap membuka ruang kerja sama kepada calon mitra terkait untuk dapat menyalurkan pembiayaan motor listrik.

EKONOMI | 27 September 2022

Digagas Kaesang Pangarep dan Kevin, Saham Rakyat Luncurkan Versi Pro

Saham Rakyat, yang diinisiasi oleh Kaesang Pangarep dan Kevin Hendrawan, menghadirkan Saham Rakyat versi Pro.

EKONOMI | 27 September 2022

SIG Gandeng Cloud Amazon Percepat Transformasi Digital

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) atau SIG bekerja sama dengan Amazon Web Services (AWS) mempercepat transformasi digital dengan memanfaatkan teknologi cloud.

EKONOMI | 27 September 2022

Bank BJB Gelar Kompetisi Entrepreneur Muda Indonesia

Bank bjb menggelar kompetisi entrepreneur muda Indonesia yang penuh inovasi melalui Young Entrepreneur Success Zone (YEZ) 2.0 by bank bjb.

EKONOMI | 27 September 2022

Traveloka Dukung Implementasi Lima Pilar Aksi TWG G-20

Traveloka berkomitmen penuh mendorong percepatan pemulihan pariwisata nasionalmelalui berbagai inisiasi.

EKONOMI | 27 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Surplus APBN


# Kompor Listrik


# AKBP Arif Rachman


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Bank Ganesha Gandeng Rupiah Cepat Salurkan Kredit Rp 100 Miliar

Bank Ganesha Gandeng Rupiah Cepat Salurkan Kredit Rp 100 Miliar

EKONOMI | 10 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings