Komunitas Penghuni Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Apartemen

Komunitas Penghuni Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Apartemen
Salah satu kegiatan yang dilakukan komunitas Inner City Management (ICM) ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 24 Juli 2019 | 21:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Di tengah meningkatnya kebutuhan tempat tinggal di tengah kota, apartemen tampil sebagai pilihan yang efektif dan efisien bagi masyarakat perkotaan. Tinggal di apartemen, selain simple dan praktis, yang tak kalah pentingnya adalah kedekatan dengan tempat kerja atau aktivitas bisnis menjadi alasan penting mengapa kaum urban mau tinggal dihunian bersusun.

"Kendati permintaan agak menurun tahun ini, namun potensi pasar hunian vertikal ini sebenarnya masih cukup besar. Pasalnya, masih banyak penduduk di DKI Jakarta yang sampai saat ini belum memiliki hunian. Oleh karena itu, bila dibandingkan dengan jumlah pasokan yang ada, maka pangsa pasar apartemen masih cukup besar," ujar Koordinator Komunitas Inner City Management (ICM), Evie S, melalui siaran pers, Rabu (24/7/2019).

Namun, kata Evie, pesatnya pembangunan apartemen harus pula diiringi dengan peningkatan kualitas manajemen pengelolaan gedung yang profesional. Bukan hanya pengelolaan fisik gedung, tetapi bagaimana menciptakan lingkungan sosial lebih harmonis jauh lebih penting. Karena itu badan pengelola tidak hanya dituntut profesional dalam mengelola fisik gedung, tetapi mereka juga harus pandai me-manage dinamika sosial para penghuninya.

"Menciptakan hubungan yang harmonis antara penghuni, pengurus PPPSRS (Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun), dan Badan Pengelola, menurut saya jauh lebih penting. Sebab kenyataannya tidak sedikit konflik di apartemen itu dipicu oleh miskomunikasi antar stakeholders apartemen," kata Evie.

Evie mengatakan, jika komunikasinya dapat terjalin dengan baik, maka dengan partisipasi para penghuni, seluruh program kerja badan pengelola dapat berjalan dengan lancar. Dan salah satu langkah strategis yang dikembangkan oleh ICM (perusahaan jasa property management) adalah mendukung dan memfasilitasi terbentuknya berbagai komunitas di lingkungan apartemen, dengan latar belakang hobi dan kesenangan.

Saat ini, di seluruh site (lebih dari 40 site hunian dan non hunian) yang dikelola ICM sudah memiliki Komunitas, mulai dari Komunitas Senam (Osteoporosis, Pilates, Zumba, Zumba Water, K-pop untuk remaja, Tai Chi, Lansia, Kuliner, Merajut, Basket, Pingpong, Bahasa Inggris, serta menyusul Komunitas Karaoke.

"Dengan adanya komunitas penghuni, selain menjadi wadah berbagai kegiatan positif, juga sangat membantu badan pengelola dalam menjalankan tugasnya. Komunitas dengan penghuni akan berjalan dengan baik, sehingga jika ada keluhan dari penghuni dapat disampaikan dengan baik, dan saling mengerti," ujar Evie.

Tidak hanya itu, lanjut Evie, komunitas penghuni ini juga dapat dijadikan alat kontrol terhadap peningkatan kualitas pengelolaan, serta sebagai media untuk mendapatkan calon pengurus PPPSRS yang kredibel dan dapat dipercaya.

"Alasannya, sebagian besar anggota komunitas saling mengenal sehingga dalam pemilihan pengurus jadi tahu kualitas masing-masing, serta segala keluhan dan masukan yang membangun dapat disalurkan lewat komunitas," pungkas Evie.



Sumber: BeritaSatu.com