PHE WMO Perkuat Komitmen Ramah Lingkungan

PHE WMO Perkuat Komitmen Ramah Lingkungan
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (tengah) usai menyerahkan penghargaan kategori Laporan Pelaksanaan Pengelolaan Lingkungan Hidup Tahun 2019 kepada PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) dan beberapa perusahaan lain pada acara perayaan Hari Lingkungan Hidup se Dunia, di Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (28/7/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Amrozi Amenan / FER Minggu, 28 Juli 2019 | 20:07 WIB

Probolinggo, Beritasatu.com - PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) meraih penghargaan kategori Laporan Pelaksanaan Pengelolaan Lingkungan Hidup Tahun 2019 dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, saat merayakan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia, di Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (28/7/2019).

PHE WWO menerima penghargaan tersebut bersama dengan sejumlah perusahaan lain yang beroperasi di Jatim yang juga dinilai ramah lingkungan, yakni PT Semen Indonesia (Persero), PT Indofood Sukses Makmur, PT Bumi Suksesindo, PT PJB Gresik, PT PLN (Persero), Pembangkitan Lontar dan PT PJB Paiton.

Selain menerima penghargaan, perusahaan-perusahaan tersebut juga menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) pelestarian Sungai Brantas atau yang disebut 'Adopsi Brantas'.

Khofifah meminta semua industri yang beroperasi di Jatim peduli terhadap lingkungan, mulai menggunakan tekhnologi ramah lingkungan, mengurangi penggunaan plastik sampai menghentikan pencemaran lingkungan. Sesuai data World Health Organization (WHO) setiap tahun ada sekitar 7 juta orang meninggal karena polusi udara. Dari 7 juta itu sekitar 70 persen berada di kawasan Asia Pasifik.

"Data yang saya terima per hari ini, update pagi ini, di Indonesia sekitar 62.000 penduduk Indonesia, meninggal karena polusi udara," kata Khofifah.

Sementara itu, General Manager PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO), Ani Surakhman, mengatakan, sejak 2011 Pertamina di Jatim sudah mengiplementasikan arahan dan monitoring SKK Migas terkait lingkungan hidup.

"Ada beberapa daerah yang kita jadikan tujuan pendidikan lingkungan hidup. Antara lain Pulau Madura, Kabupaten Gresik, Bangkalan dan sekitarnya," ungkap Ani.

Menurut Ani, kendala implementasi Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL), sesuai SKK Migas terletak pada budaya dan sumber daya manusia (SDM) sekitar program Pertamina. "Namun, dengan usaha maksimal, hambatan itu akhirnya teratasi," tandas Ani.

Saat ini, lanjut Ani, pihaknya sudah berhasil mencegah, mengendalikan dan menanggulangi dampak lingkungan hidup yang bersifat negatif. Sekaligus juga sudah memaksimalkan dampak positif Pertamina di beberapa daerah garapan.

"Harapan kedepan PHE WMO tetap concern monitoring keunggulan dan kelemahan pengelolaan lingkungan serta mampu mendeteksi secara dini perubahan perubahan kualitas lingkungan,” imbuh Ani.



Sumber: Investor Daily