Cari Pendanaan dari Bursa

Bhakti Agung Targetkan Menara Pertama Rampung 2020

Bhakti Agung Targetkan Menara Pertama Rampung 2020
Ilustrasi lobby apartemen Green Cleosa ( Foto: istimewa )
Edo Rusyanto / EDO Senin, 29 Juli 2019 | 11:56 WIB



 

Jakarta, Beritasatu.com - PT Bhakti Agung Propertindo Tbk (Bhakti Agung) menargetkan pembangunan tahap pertama proyek Green Cleosa rampung pada 2020. Pendanaan proyek apartemen yang membidik segmen menengah ini salah satunya diharapkan dari pasar modal.

“Pembangunan tahap pertama ditargetkan selesai pada 2020 dan segera diserahterimakan kepada konsumen,” ujar Direktur Utama PT Bhakti Agung Propertindo Tbk, Agung Hadi Tjahjanto, dalam siaran pers, di Jakarta, Minggu (28/7).

Menurut dia, guna membiayai proyek berkapasitas total 1.200 unit itu selain dari kas internal dan perbankan, pihaknyamembidik pendanaan dari pasar modal melalui penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO). Mayoritas dana IPO untuk modal kerja pembangunan proyek apartemen.

"Sebanyak 20% dana hasil IPO untuk pembayaran utang kami ke bank, sedangkan 80% untuk modal kerja," ujar Agung Hadi.
Bhakti Agung berencana melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pertengahan Agustus 2019. Guna memuluskan proses melantai di bursa, Bhakti Agung menunjuk MNC Sekuritas sebagai penjamin emisi pelaksana efek.

Saat ini, kata Agung Hadi, pihaknya tengah menggarap proyek Green Cleosa Apartment and Condotel. Proyek yang berdiri di Ciledug, Kota Tangerang tersebut mencakup dua menara, yakni tahap pertama, Tower Berosa dan STIKES. Lalu, tahap kedua, Tower Arcleo dan kondominium hotel (kondotel). “Gedung STIKES memiliki luas sekitar 5.000 meter persegi,” ujarnya.

Proyek Green Cleosa kini memasuki tahap penutupan atap (topping off) dan ditargetkan rampung pada 2022. Tipe yang tersedia di Green Cleosa mencakup studio, 1 bed room, 2 bed room, dan penthouse/3 bed room. “Harga apartemen mulai Rp 300 jutaan. Kami membidik segmen menengah,” paparnya.

Saat ini, pasar apartemen di kawasan Tangerang, Banten dinilai masih potensial. Mirip dengan pasar Jakarta, segmen menengahtengah dan menengah bawah merupakan favorit pilihan konsumen properti di kawasan Tangerang.
“Kematangan wilayah Tangerang membuat pengembang terus membangun apartemen, padahal harga tanahnya lebih mahal dibandingkan wilayah penyangga Jakarta lainnya. Segmen menengah tengah dan menengah bawah masih menjadi pilihan banyak pembeli, termasuk apartemen mahasiswa,” ujar Head of Research and Consultancy Savills Indonesia, Anton Sitorus, di Jakarta, baru-baru ini.

Kawasan Tangerang mencakup Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Tangerang Selatan (Tangsel). Saat ini, jumlah penduduk tetangga kota Jakarta tersebut lebih dari tujuh juta jiwa. “Sejak lama, sejumlah lokasi di Tangerang sudah dikembangkan oleh developer besar sehingga menarik orang untuk membeli hunian di Tangerang. Selain itu, tingkat perekonomian di kawasan Tangerang juga cukup bagus,” paparnya.

Dia menambahkan, fasilitas penunjang bagi warga penghuni apartemen juga cukup menopang seperti rumah sakit, pusat pendidikan, dan fasilitas komersial. “Walau, daerah lain di sekitar Jakarta juga mulai bersaing seperti Bekasi, Sentul, dan kota Bogor,” ujarnya.

 

Fasilitas Lengkap
Green Cleosa merupakan apartemen pertama di pusat bisnis Kota Tangerang yang berlokasi strategis dekat dengan pusat perbelanjaan dan transportasi umum yang beroperasi 24 jam. Permintaan apartemen di kawasan itu dinilai masih cukup tinggi dimana hal itu dapat terlihat dari penjualan menara pertama Cleosa yang sudah mencapai separuh dari total unit yang ditawarkan.

“Penjualan kami sudah mencapai 50% untuk menara pertama yang berkapasitas 600 unit,” ujar Agung Hadi.
Green Cleosa akan dilengkapi fasilitasi umum seperti kafe, tempat bermain anak, tempat pertemuan, internet, pusat fitness, dan kolang renang. Lalu, klinik, masjid, roof top garden, dan central garden. Selain itu, ATM, lobby apartment, smarthome, dan CCTV.

“Sehingga cocok untuk hunian dan bernilai tinggi untuk investasi,” tambah Corporate Secretary PT Bhakti Agung Propertindo Tbk, Agri Rahadiyan.

Agri menjelaskan, untuk kondotel, pihaknya memiliki tiga tipe, yaitu standar seluas 24 meter persegi (m2) sebanyak 72 unit. Lalu, deluxe (36 m2) sebanyak 63 unit dan Suite (40 m2) sebanyak 11 unit.



Sumber: Investor Daily