Rangkul Pemuda, OJK Target Inklusi Keuangan Capai 75 Persen

Rangkul Pemuda, OJK Target Inklusi Keuangan Capai 75 Persen
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar acara Aksi Mahasiswa dan Pemuda Indonesia Menabung (AKSiMUDA) 2019. Kegiatan ini digelar OJK sebagai salah satu upaya mendorong peranan pemuda meningkatkan inklusi keuangan nasional. ( Foto: Beritasatu TV )
Aichi Halik / AHL Selasa, 30 Juli 2019 | 21:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar acara Aksi Mahasiswa dan Pemuda Indonesia Menabung (AKSiMUDA) 2019.

Kegiatan ini digelar OJK sebagai salah satu upaya mendorong peranan pemuda meningkatkan inklusi keuangan nasional.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, tahun ini pemerintah menargetkan inklusi keuangan mencapai 75 persen. Oleh karenanya, peranan dari seluruh lapisan masyarakat dalam hal ini pemuda dan mahasiswa menjadi penting agar mampu merealisasikan target tersebut.

"Kegiatan AKSiMUDA diharapkan dapat memberikan manfaat positif khususnya dalam perluasan akses keuangan bagi kelompok mahasiswa dan pemuda di seluruh Indonesia serta mendukung pencapaian target tingkat inklusi keuangan sebesar 75% pada akhir tahun 2019," kata Wimboh Santoso saat membuka acara Aksi Mahasiswa dan Pemuda Indonesia Menabung (AKSiMUDA) 2019 di Auditorium BPPT di Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Guna mencapai target tersebut OJK bersama dengan industri perbankan juga telah meluncurkan produk tabungan Simpanan Mahasiswa dan Pemuda (SiMUDA) yang dilengkapi dengan fitur asuransi dan/atau produk investasi pada 2018 yang lalu.

Simpanan Mahasiswa dan Pemuda (SiMUDA) adalah program tabungan yang diinisiasi oleh OJK untuk kelompok usia 18-30 tahun dengan dilengkapi fitur asuransi dan/atau produk investasi yang ditawarkan oleh perbankan di Indonesia.

Per 30 Juni 2019, Program SiMuda telah mencapai 11.052 rekening dengan nominal tabungan sebesar Rp12,4 miliar.

OJK juga secara gencar dan masif melakukan edukasi tentang pentingnya menabung, serta melakukan investasi pada berbagai produk keuangan.

"Kita bekerjasama dengan perbankan karena perbankan kita minta menfasilitasi adanya pengembangan-pengembangan inkubator buat anak-anak muda yang dulu sekolah, bahkan mestinya setiap universitas punya pengembangan inkubator seperti itu untuk nanti menjadi calon-calon UMKM di Indonesia," ujar Wimboh Santoso.



Sumber: BeritaSatu TV