AS Tuduh Tiongkok "Manipulator", Tiongkok Setop Impor Agri dari AS

AS Tuduh Tiongkok
Ilustrasi perang dagang Amerika-Tiongkok. ( Foto: Asia Financial Publishing )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Selasa, 6 Agustus 2019 | 09:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Perang Dagang antara AS-Tiongkok semakin memanas. Tiongkok mengumumkan akan berhenti mengimpor produk agrikultur AS hingga waktu yang tidak ditentukan sebagai balasan atas tarif impor yang diberlakukan AS terhadap Tiongkok. Tidak berhenti di situ, Tiongkok juga mulai menggunakan nilai tukarnya sebagai "amunisi" dalam perang dagang.

Kementerian perdagangan Tiongkok mengatakan Tiongkok akan berhenti mengimpor produk agrikultur AS untuk sementara waktu sebagai balasan atas tarif baru sebesar 10 persen untuk impor Tiongkok senilai US$ 300 miliar yang akan diterapkan mulai 1 September 2019. Tiongkok adalah importir terbesar produk agri AS.

Kementerian Keuangan AS mengatakan dalam rilisnya hari Senin (5/8/3029) bahwa Tiongkok adalah manipulator mata uang. "Menteri Keuangan Mnuchin akan melaporkan Tiongkok ke IMF," demikian bunyi rilis tersebut.

AS menuding Tiongkok sengaja melemahkan nilai tukarnya untuk mendapatkan keunggulan komparatif dalam perdagangan internasional. Senin kemarin, nilai tukar yuan melemah ke level terendah sejak tahun 2008 melewati level psikologis tujuh per dolar. Hari ini, Bank Sentral Tiongkok menetapkan nilai tukar yuan di level yang lebih kuat di 6,9683 per dolar AS.

Langkah Tiongkok membiarkan yen melemah dilihat sebagai aksi balasan terhadap tarif impor baru yang diterapkan AS.

Akibat perang dagang, di bursa Asia hari ini, indeks Nikkei Jepang turun 1,82 persen ke 20.342,75, indeks Topix Tokyo turun 1,75 persen ke 1.479,47, Hang Seng Hong Kong turun 2,11 persen ke 25.598,64, Indeks Komposit Shanghai (SSEC) turun 2,09 persen ke 2.762,5, S&P/ASX 200 Australia turun 2,25 persen ke 6.490,8, Straits Times Index turun 1,42 persen ke 3.149,13, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 2,2 persen ke 6.037,19.

Di penutupan Wall Street sebelumnya, Dow Jones Industrial Average turun 2,9 persen ke 25.717,74, S&P 500 turun 2,98 persen ke 2.844,74, Nasdaq turun 3,47 kem 7.726,04, NYSE turun 2,67 persen ke 12.497,31.



Sumber: CNBC, Reuters