Wall Street Tergerus Kekhawatiran Prospek Ekonomi AS
INDEX

BISNIS-27 536.336 (-5.79)   |   COMPOSITE 6258.57 (-56.46)   |   DBX 1209.79 (-1.54)   |   I-GRADE 185.201 (-1.44)   |   IDX30 531.719 (-6.43)   |   IDX80 142.034 (-1.29)   |   IDXBUMN20 420.424 (-5.86)   |   IDXESGL 146.593 (-1.21)   |   IDXG30 145.132 (-1.32)   |   IDXHIDIV20 467.118 (-4.47)   |   IDXQ30 151.699 (-1.64)   |   IDXSMC-COM 284.118 (-2.95)   |   IDXSMC-LIQ 356.602 (-2.49)   |   IDXV30 142.342 (-1.61)   |   INFOBANK15 1078.54 (-18.53)   |   Investor33 455.425 (-4.76)   |   ISSI 183.228 (-0.83)   |   JII 646.305 (-1.31)   |   JII70 225.666 (-0.56)   |   KOMPAS100 1262.11 (-10.58)   |   LQ45 987.949 (-11.42)   |   MBX 1725.55 (-17.65)   |   MNC36 336.055 (-3.58)   |   PEFINDO25 332.023 (-6.21)   |   SMInfra18 316.891 (-0.91)   |   SRI-KEHATI 389.555 (-4.55)   |  

Wall Street Tergerus Kekhawatiran Prospek Ekonomi AS

Selasa, 13 Agustus 2019 | 08:26 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

New York, Beritasatu.com- Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street pada perdagangan Senin malam waktu setempat atau Selasa pagi WIB (13/8/2019) ditutup melemah.

Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup turun 389,7 poin (1,48 persen) mencapai 28.898, Nasdaq composite index melemah 95,7 (1,20 persen) mencapai 7.863, sedangkan S&P 500 index turun 35,6 (1,22 persen) mencapai 2.883.

Dow Jones turun 390 poin kembali di bawah 26.000 karena imbal hasil obligasi menurun, meningkatkan kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan ekonomi AS dan memburuknya gesekan perdagangan AS-Tiongkok.

Semua dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih rendah dengan sektor keuangan turun lebih dari 1,9 persen, memimpin kerugian.

Saham Occidental Petroleum turun lebih dari 4,5 persen, setelah perusahaan penasehat investasi Evercore menilai bahwa akuisisi raksasa energi AS itu terhadap Anadarko Petroleum menyebabkan penilaian Occidental Petroleum menurun.

Imbal hasil surat utang jangka panjang dan pendek AS jatuh pada Senin (12/8/2019), dengan patokan imbal hasil obligasi 10-tahun turun sedikit di atas 1,64 persen setelah penutupan pasar. Itu memperlebar selisih dengan imbal hasil surat utang tiga bulan, yang mencapai hampir 1,99 persen, sehingga membentuk kurva terbalik dan memicu kekhawatiran akan potensi resesi.

Goldman Sachs juga mengurangi perkiraan pertumbuhan untuk kuartal keempat sebesar 20 basis poin menjadi 1,8 persen, karena bank investasi terkemuka itu menaikkan perkiraan dampak perang perdagangan.



Sumber: Reuters


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sentral Mitra Bidik Pasar MPS di Bali

Sentral Mitra mulai gencar membidik pasar perhotelan di Bali dengan menawarkan manager print service (MPS) bagi perusahaan perhotelan di Bali.

EKONOMI | 12 Agustus 2019

Diskriminasi Sawit, RI Balas Tindakan Uni Eropa

Pemerintah Indonesia juga saat ini mempersulit ekspor minuman beralkohol asal Uni Eropa.

EKONOMI | 12 Agustus 2019

Januari 2020, Pemerintah Berlakukan Penggunaan B30

Akhir tahun 2020, pemerintah akan menerapkan penggunaan bauran biodiesel 50%.

EKONOMI | 12 Agustus 2019

Batu Bara Harus Diprioritaskan untuk Kebutuhan Dalam Negeri

Kuota ekspor harus ditekan seiring dengan keterbatasan cadangan

EKONOMI | 12 Agustus 2019

Ini Ketentuan Baru Bawa Sepeda dalam Kereta

Sepeda yang diperbolehkan dibawa ke dalam kereta api adalah sepeda lipat dengan berat maksimal 20 kg dan roda maksimal 22 inci.

EKONOMI | 12 Agustus 2019

Pendiri Jababeka Optimistis Kegaduhan Manajamen Segera Berlalu

Memasuki semester II-2019, Darmono yakin kinerja penjualan akan lebih baik dibanding enam bulan pertama 2019.

EKONOMI | 12 Agustus 2019

Rizal Ramli: Indonesia Berpotensi Kena Krisis Ekonomi Tahun Depan

Pemerintah harus melakukan sesuatu yang out of the box, dengan menggenjot pertumbuhan ekonomi menjadi 6% sampai 8%, serta meningkatkan daya beli rakyat.

EKONOMI | 12 Agustus 2019

JK Minta BI Turunkan Kembali Suku Bunga Acuan

Menurut Wapres Jusuf Kalla, penurunan suku bunga diperlukan untuk mendorong investasi daripada meningkatkan kapital portofolio.

EKONOMI | 12 Agustus 2019

Presiden: Sawit Indonesia Sangat Tertekan

Presiden Jokowi mengakui bahwa saat ini posisi kelapa sawit Indonesia sangat tertekan di pasar internasional.

EKONOMI | 12 Agustus 2019

responsAbility Salurkan Sekuritisasi Keuangan Mikro US$ 175 Juta

Sekuritisasi ini digunakan untuk mendanai lembaga keuangan yang menyediakan modal untuk 30.000 usaha kecil dan 5,6 juta pelaku UKM.

EKONOMI | 12 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS