Khawatir Resesi, Dow Jones Anjlok Terburuk Sepanjang 2019

Khawatir Resesi, Dow Jones Anjlok Terburuk Sepanjang 2019
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. ( Foto: AFP / Johannes Eisele )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Kamis, 15 Agustus 2019 | 08:46 WIB

New York, Beritasatu.com- Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street pada perdagangan Rabu malam waktu setempat atau Kamis pagi WIB (15/8/2019) ditutup melemah.

Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup turun 800,5 poin (3,0 persen) mencapai 25.479, Nasdaq composite index tergerus 242,4 (3,02 persen) mencapai 7.774, sedangkan S&P 500 index turun 85,7 (2,93 persen) mencapai 2.841.

Dow turun lebih 800 poin menjadikan hari terburuk di hari terburuk sepanjang 2019 setelah pasar obligasi mengirimkan sinyal peringatan resesi ekonomi AS

Semua dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih rendah dengan sektor energi jatuh hampir empat persen, memimpin kerugian.

Sektor keuangan berada di antara berkinerja terburuk, mundur sekitar 3,4 persen, karena saham-saham bank utama, sensitif terhadap suku bunga, memperpanjang kerugian mereka, termasuk Bank of America, Citigroup dan JP Morgan.

Pasar obligasi mengirim sinyal atas resesi ekonomi pada Rabu (14/9/2019), karena imbal hasil dari surat utang pemerintah AS bertenor 10 tahun jatuh di bawah imbal hasil surat utang bertenor dua tahun, menandai untuk pertama kalinya dalam 12 tahun.

Selisih (spread) yang dibentuk disebut kurva imbal hasil terbalik, secara luas dianggap sebagai pertanda dari resesi ekonomi masa depan. Diakui bahwa resesi biasanya tiba dalam 18 hingga 24 bulan setelah kurva imbal hasil terbalik.

Imbal hasil dari surat utang pemerintah jangka panjang dan jangka pendek Amerika Serikat, semua mundur kembali pada Rabu (14/8/2019). Kegelisahan pasar mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 30 tahun mencapai titik terendah sepanjang masa, sedikit di atas dua persen, memicu kepanikan terhadap kesehatan ekonomi Amerika Serikat dan ekonomi global.



Sumber: Reuters