Dow Jones Menguat Didorong Saham Walmart

Dow Jones Menguat Didorong Saham Walmart
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. ( Foto: AFP / Johannes Eisele )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Jumat, 16 Agustus 2019 | 08:36 WIB

New York, Beritasatu.com- Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street pada perdagangan Kamis malam waktu setempat atau Jumat pagi WIB (16/8/2019) ditutup bervariasi.

Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup naik 99,9 poin (0,39 persen) mencapai 25.579, Nasdaq composite index tergerus 7,3 (0,09 persen) mencapai 7.777, sedangkan S&P 500 index naik 7,0 (0,25 persen) mencapai 2.848.

Dow Jones berbalik arah menguat (rebund) 99 poin dipimpin saham Walmart menyusul menguatnya pendapatan. Kenaikan Dow terjadi setelah kemarin terjungkal menjadikan hari terburuk pada 2019

Sentimen positif juga dipicu angka penjualan ritel yang kuat membuat investor percaya bahwa konsumen AS dapat membantu negara menghindari resesi.

Saham Walmart naik 6,11 persen, setelah perusahaan ritel AS itu membukukan laba kuartal kedua yang melampaui estimasi Wall Street. Pengecer juga meningkatkan prospek untuk penjualan dan pendapatan setahun penuh.

Dari 11 sektor utama S&P 500, enam sektor menutup hari perdagangan di wilayah positif, dengan konsumen kebutuhan pokok menikmati persentase kenaikan terbesar 1,50 persen, memimpin kenaikan.

Di sisi ekonomi, belanja konsumen AS meningkat pada Juli, karena penjualan ritel dan layanan makanan menguat 0,7 persen menjadi US$ 523,5 miliar menyusul kenaikan 0,3 persen pada Juni, kata Biro Sensus AS pada Kamis (15/8/2019).

Keuntungan tersebut ditunjukkan di berbagai sektor bulan lalu, termasuk ritel daring, toko grosir, ritel pakaian, dan toko peralatan elektronik.

Sementara klaim pengangguran awal AS naik lebih dari yang diperkirakan pada minggu lalu, mencapai 220.000, meningkat 9.000 dari minggu sebelumnya, kata Departemen Tenaga Kerja pada hari yang sama.

Namun, produksi industri AS turun 0,2 persen pada Juli, Federal Reserve AS melaporkan Kamis (15/8/2019). Produksi manufaktur juga menurun 0,4 persen pada bulan lalu, dengan barang tahan lama, tidak tidah tahan lama dan manufaktur lainnya semua mencatat penurunan.



Sumber: Reuters