2020, Defisit APBN Diprediksi Rp 307 Triliun

2020, Defisit APBN Diprediksi Rp 307 Triliun
Presiden Joko Widodo membacakan RAPBN 2020 di depan Sidang Paripurna DPR, Jumat (16/8/2019) ( Foto: Istimewa )
Whisnu Bagus Prasetyo / Triyan Pangastuti / WBP Jumat, 16 Agustus 2019 | 15:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah memprediksi defisit Anggaran Pendatan Belanja Negara (RAPBN) 2020 sebesar 1,76 persen dari produk domestik bruto (PDB) atau sebesar Rp 307,2 triliun. Angka ini lebih kecil dari defisit pada APBN tahun 2019 sebesar Rp 296,0 triliun atau sebesar 1,84 persen terhadap PDB.

"Pendapatan negara dan hibah 2020 ditargetkan sebesar Rp 2.221,5 triliun, serta belanja negara sebesar Rp 2.528,8 triliun," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pidato Penyampaian Keterangan Pemerintah atas RUU APBN Tahun 2020 Beserta Nota Keuangannya di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Pemerintah akan menempuh tiga strategi kebijakan fiskal, yaitu memobilisasi pendapatan dengan tetap menjaga iklim investasi, meningkatkan kualitas belanja agar lebih efektif dalam mendukung program prioritas, serta mencari sumber pembiayaan secara hati-hati dan efisien melalui penguatan peran kuasi fiskal.

Sejalan dengan hal tersebut, kebijakan RAPBN tahun 2020 dirancang ekspansif, namun tetap terarah dan terukur. Ini sebagai wujud dari komitmen pemerintah, untuk membuat APBN lebih fokus dalam mendukung kegiatan prioritas, dengan tetap menjaga agar risikonya berada dalam batas aman.

Sesuai dengan tema kebijakan fiskal tahun 2020, fokus RAPBN diarahkan pada lima hal utama, yaitu pertama, penguatan kualitas SDM untuk mewujudkan SDM yang sehat, cerdas, terampil, dan sejahtera. Kedua, akselerasi pembangunan infrastruktur pendukung transformasi ekonomi. Ketiga, penguatan program perlindungan sosial untuk menjawab tantangan demografi dan antisipasi aging population. Keempat, penguatan kualitas desentralisasi fiskal untuk mendorong kemandirian daerah. Kelima, antisipasi ketidakpastian global.



Sumber: BeritaSatu.com