Holding Industri Pertambangan Bertranformasi Jadi MIND ID

Holding Industri Pertambangan Bertranformasi Jadi MIND ID
Holding Industri Pertambangan (HIP), BUMN yang menaungi lima perusahaan industri tambang meluncurkan identitas baru menjadi MIND ID. ( Foto: Dok )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Minggu, 18 Agustus 2019 | 09:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Holding Industri Pertambangan (HIP), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menaungi lima perusahaan industri tambang di yakni PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan PT Timah Tbk, secara resmi meluncurkan identitas baru pada Sabtu (17/8/2019) menjadi MIND ID yang merupakan akronim Mining Industry Indonesia. Peluncuran ini ditandai topping off di kantor pusat Inalum di Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Sabtu (17/8/2019).

Dalam keterangan yang diterima Beritasatu.com, Minggu (18/8/2019), identitas baru ini merupakan hadiah persembahan untuk Indonesia yang sedang merayakan HUT ke-74 Republik Indonesia.

Dilandasi semangat baru, MIND ID merupakan bentuk sinergi lima perusahaan tambang terbesar Indonesia yang mengelola potensi sumber daya mineral untuk menyejahterakan bangsa, dan menciptakan masa depan yang lebih baik.

"Ini bukan hanya sekedar simbol baru, tapi semangat dan sinergi baru dari lima perusahaan tambang terbesar di Indonesia milik negara, yang insyaallah bisa memberikan manfaat bagi bangsa dan negara. Hasil tambangnya tidak langsung dijual, tetapi diproses agar nilainya semakin tinggi dan memberikan manfaat bagi bangsa dan negara" ujar Budi Gunadi Sadikin.

Identitas dan logo MIND ID memiliki filosofi arti kekayaan mineral Indonesia yang diwakili oleh bentuk lingkaran solid pada sisi kiri, dan pada sisi kanan sinergi semua anggota holding pertambangan untuk membangun peradaban, menyejahterakan bangsa, dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi Indonesia.

Identitas baru MIND ID sekaligus memperjelas fungsi Inalum sebagai Holding Industri Pertambangan dan Inalum sebagai pelaksana operasional peleburan aluminium.

Tidak ada perubahan struktur badan hukum dan operasional Inalum terkait logo dan nama baru ini. Seperti diketahui, Inalum memang ditunjuk menjadi Holding BUMN industri pertambangan pada 2017.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Pelaksana Inalum Oggy Achmad Kosasih menuturkan sinergi MIND ID sebagai holding bersama seluruh anggota holding diharapkan dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada rakyat Indonesia. “Perubahan ini mewakili semangat baru keluarga besar Holding Industri Pertambangan bersama seluruh anggota, yakni bersinergi untuk menjalankan tiga mandat yakni mengelola sumber daya strategis Indonesia, mendorong hilirisasi industri pertambangan, dan menjadi perusahaan kelas dunia,” kata Oggy Achmad Kosasih.

Sebagai informasi, Holding Industri Pertambangan (HIP) didirikan pada tanggal 27 November 2017, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), resmi menjadi Holding BUMN Industri Pertambangan dengan menguasai saham milik pemerintah Indonesia di Antam, PTBA, Timah dan PTFI. Holding tersebut merupakan salah satu hasil dari program pemerintah dalam melakukan langkah sinergi antar-BUMN. Inalum memegang 65 persen saham PT Aneka Tambang Tbk, 65,02 persen saham PT Bukit Asam Tbk, 65 persen saham, PT Timah Tbk, dan 51,2 persen saham PT Freeport Indonesia.

Sampai Desember 2018, Holding Industri Pertambangan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 65,2 triliun, tumbuh 38 persen dari tahun sebelumnya. EBITDA mencapai Rp 18,5 triliun, tumbuh 50 persen dari tahun sebelumnya. Laba bersih konsolidasi mencapai Rp 10,5 triliun tumbuh 54 persen dari tahun 2017.



Sumber: BeritaSatu.com