Tanggapan Kalangan Industri pada STP IPB Cukup Baik

Tanggapan Kalangan Industri pada STP IPB Cukup Baik
Para peserta industry gathering tengah mendengarkan penjelasan tentang berbagai layanan dan fasilitas Science Techno Park (STP) Instittut Pertanian Bogor (IPB) di Bogor, Jawa Barat, baru-baru ini. ( Foto: Ist )
Heriyanto / HS Senin, 19 Agustus 2019 | 06:26 WIB

Bogor, Beritasatu.com – Berbagai fasilitas dan layanan Science Techno Park (STP) Instittut Pertanian Bogor (IPB) mendapat tanggapan yang cukup baik dari para pelaku industri. Kolaborasi perguruan tinggi dengan dunia industri diharapkan mempercepat komersialisasi berbagai invensi yang dihasilkan kampus IPB.

Hal itu terlihat dari kunjungan para pelaku industri di kawasan STP IPB Taman Kencana, Bogor, Jawa Barat, baru-baru ini yang dibuka Erika B Laconi selaku Wakil Rektor bidang Inovasi, Bisnis dan Kewirausahaan IPB.

Dalam keterangan tertulis pekan lalu disebutkan STP IPB telah menggelar industry gathering dengan tema from nature to healthy life yang dihadiri 26 perusahaan atau kalangan industri pertanian.

Dewita Agus yang mewakili R&D PT Mustika Ratu, Tbk menyebutkan potensi Indonesia merupakan megabiodiversity terbesar kedua di dunia setelah Brasil perlu dielaborasikan. Untuk itu, IPB sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi perlu bekerja sama dengan industri dalam menangani potensi hayati nabati maupun hewani. Adapun kerja sama itu mulai dari budidaya hingga pengelolaan pasca panen, formulasi/pengolahan produksi, standardisasi bahan baku, pengujian produk secara kualitatif dan kuantitatif. Selain itu, pengujian keamanan dan pemasaran produk.

Head of Science Research Orang Tua Group Lani Soegiarto memberikan respons sejenis bahwa potensi industri pangan masih terbuka lebar dan memerlukan sejumlah inovasi. Untuk itu, kolaborasi dengan perguruan tinggi dan industri sangat penting diperluas.
“Berbagai fasilitas dan layanan dari STP IPB serta unit-unit pendukungnya ini bisa dioptimalkan dan saling melengkapi. Berbagai riset dan kajian kampus bisa dihubungkan langsung dengan dunia industri,” ujarnya.

Sedangkan Direktur Utama PT Tekad Mandiri Citra (TMC) Erwin menyebutkan pihaknya sudah menjalankan kolaborasi pelaku industri dan unibersitas . Hal ini sudah dirintis sejak beberapa tahun lalu karena pihaknya sangat membutuhkan keahlian dan fasilitas terkait industri unggas.

“Kerja sama dalam sentuhan teknologi yang perlu akurasi diagnosa dari diagnostic kit, yang mampu mendeteksi tubuh ternak sehingga perlu immunoglobulin,” ujarnya.

Disebutkan, kampus juga harus fokus dan memiliki daya tahan (endurance) luar biasa untuk menghasilkan produk sesuai dengan yang dibutuhkan industri.

Direktur STP IPB Rokhani Hasbullah menyebutkan respons para pelaku industri yang cukup baik itu akan ditindaklanjuti agar invensi di IPB bisa dikomersilkan. Dalam catatan STP IPB, sebanyak empat dari 26 peserta industry gathering tersebut berminat untuk memperkuat kerja sama.
“Semakin banyak kalangan industri yang akan diajak dalam kerja sama karena masih banyak kajian dan riset IPB yang harus diuji ke pasar,” ujarnya.

Seperti diketahui, IPB telah merintis pembentukan STP pada kawasan seluas 3.46 hektare di Taman Kencana Bogor untuk penelitian, pengembangan dan inkubasi bisnis. Selain itu, menjadi sarana alih teknologi dalam rangka mengembangkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.
Selain itu, STP IPB juga melayani tenan industri untuk melakukan kegiatan produksi skala terbatas (pilot plant) maupun kegiatan riset dan pengembangan (R & D) produk industri di gedung Collaborative Research Center (CRC) kawasan STP IPB.



Sumber: Suara Pembaruan