Harga Emas Kembali Tertekan Akibat Kenaikan Bursa AS

Harga Emas Kembali Tertekan Akibat Kenaikan Bursa AS
Ilustrasi ( Foto: Istimewa )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Selasa, 20 Agustus 2019 | 08:41 WIB

Chicago, Beritasatu.com - Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange memperpanjang kerugiannya pada akhir perdagangan Senin atau Selasa pagi WIB (20/8/2019), karena pasar saham sebagian besar menguat di seluruh dunia.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun US$ 12 atau 0,79 persen, menjadi US$ 1.511,60 per ounce.

Pada Senin (19/8/2019), bursa AS menguat. Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup naik 249,8 poin (0,96 persen) mencapai 26.136, Nasdaq composite index naik 106,8 (1,35 persen) mencapai 8.003, sedangkan S&P 500 index naik 34,9 (1,21 persen) mencapai 2.824.

Emas dan ekuitas biasanya bergerak berlawanan arah. Ketika indeks acuan saham naik maka emas berjangka akan turun, karena investor akan lebih memilih saham daripada safe-haven emas di tengah meningkatnya selera risiko.

Dolar AS yang lebih kuat juga menambah tekanan. Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,11 persen menjadi 98,25 menjelang penyelesaian perdagangan emas. Ketika dolar AS menguat, emas akan turun karena emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Adapun logam mulia lainnya, perak pengiriman September turun 18,2 sen atau 1,06 persen, menjadi US$ 16,94 per ounce. Platinum pengiriman Oktober naik US$ 5,3 atau 0,62 persen, menjadi US$ 856,80 per ounce.



Sumber: Xinhua, Antara