Mendag Dorong Kerja Sama Perdagangan dengan 4 Negara Afrika

Mendag Dorong Kerja Sama Perdagangan dengan 4 Negara Afrika
Pelabuhan peti kemas untuk aktivitas ekspor-impor. ( Foto: Antara )
Ridho Syukro / FMB Selasa, 20 Agustus 2019 | 20:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan akan terus berupaya membuka akses pasar produk-produk Indonesia ke pasar non-tradisional khususnya di kawasan Afrika. Hal itu disampaikan Mendag setelah melakukan pertemuan bilateral dengan empat menteri di kawasan Afrika yang hadir pada saat Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (AID) di Nusa Dua, Bali pada 20 Agustus 2019.

Keempat menteri tersebut adalah Menteri Industri, Perdagangan dan Investasi Wilayah Otonomi khusus Zanzibar, Tanzania Amina Saloum Ali; Menteri Perdagangan Djibouti, Hasan Houmed; Menteri Pekerjaan Umum Rekonstruksi dan Perumahan Somalia, Abdi Adam Hooscow; dan Second Deputy Prime Minister dan Menteri untuk Komunitas Afrika Timur Uganda Kirunda Kivejinja.

“Dalam pertemuan hari ini, Indonesia dan Zanzibar sepakat untuk melakukan kajian guna mengidentifikasi potensi serta peluang dan tantangan perdagangan dan investasi dua arah. Zanzibar ingin impor tekstil dan beras dari Indonesia dan mengundang Indonesia untuk membangun sektor pariwisata, sedangkan Djibouti disepakati untuk memulai proses joint feasibility study yang akan menjadi dasar penentuan untuk bekerja sama apakah PTA, FTA dan CEPA,” ujar Mendag dalam siaran persnya yang diterima Investor Daily, di Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Total perdagangan Indonesia-Tanzania tahun 2018 mencapai US$ 334 juta yang terdiri atas ekspor Indonesia ke Tanzania sebesar US$ 263 juta dan impor US$ 71 juta, produk ekspor utama Indonesia ke Tanzania adalah kelapa sawit, pakaian wanita, kertas dan karton sedangkan produk impor utama Indonesia dari Tanzania adalah cengkeh, kapas, tembakau.

Sementara total perdagangan Indonesia dengan Djibouti tahun 2018 mencapai US$ 211 juta dengan produk utama ekspor Indonesia antara lain sabun, minyak kelapa sawit, kertas karton, buku tulis, sementara itu produk produk yang diimpor Indonesia dari Djibouti adalah pakaian bayi dan aksesori. Penjajakan kerja sama dengan Djibouti ini penting mengingat Djibouti merupakan salah satu anggota Common Market for Eastern and Southern Africa (COMESA) yang beranggotakan 21 negara di kawasan timur dan selatan Afrika.

Pada pertemuan dengan Somalia, Mendag mengungkapkan Somalia perlu mitra membangun perumahan karena baru saja pulih dari perang saudara yang diikuti dengan kembalinya diaspora Somalia yang memerlukan tempat tinggal baru. Selain itu kedua negara sepakat mendorong kerja sama B to B termasuk forum bisnis serta penjajakan kesepakatan dagang.

Sedangkan Uganda mengundang Indonesia untuk melakukan investasi di sektor sepatu kulit dan mengundang bank syariah Indonesia untuk membuka cabang dan beroperasi di Uganda dan Menteri Uganda juga mengusulkan agar disediakan help desk untuk memfasilitasi produk-produk Indonesia ke Uganda.

Ia mengatakan upaya pembukaan pasar melalui perjanjian perdagangan internasional juga dapat mendorong perkembangan dunia usaha Indonesia menjadi lebih maju.



Sumber: Suara Pembaruan