Siapkan SDM Perdagangan, Kadin Gandeng Singapura dan Anchorage Indonesia

Siapkan SDM Perdagangan, Kadin Gandeng Singapura dan Anchorage Indonesia
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Benny Sutrisno. ( Foto: Beritasatu.com / Herman )
Herman / FMB Selasa, 20 Agustus 2019 | 20:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kualitas Sumber daya manusia (SDM) di sektor perdagangan dinilai masih perlu ditingkatkan untuk menghadapi persaingan dunia yang cukup kompetitif. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Benny Sutrisno di sela-sela diskusi program "Commodities and Trade Finance" di Menara Kadin Indonesia, (20/8/2019).

“SDM kita perlu mengerti benar teknik-teknik pembiayaan ekspor yang terjadi sekarang ini seperti apa. Tantangan perdagangan kita cukup besar, apalagi dalam hal ekspor, ” ungkap Benny.

Menurutnya, pengetahuan ekspor-impor perlu diperkuat, utamanya mengenai pembiayaan. Pasalnya dalam perdagangan internasional, banyak melibatkan perjanjian pembayaran yang persyaratannya cukup banyak.

Dalam kaitan itu, untuk meningkatkan kapasitas SDM ekspor-impor, Kadin menggandeng Singapore Management University (SMU) dan Anchorage Indonesia untuk mengadakan program pelatihan yang rencananya akan digelar di Jakarta pada 18-21 November 2019.

“Untuk program ini Kadin akan menjembatani dengan perusahaan-perusahan keuangan yang tergabung di Kadin, serta melibatkan Universitas Manajemen Singapura dan Anchorage Indonesia untuk pelaksanaannya,” kata Benny.

Saat ini Kadin bersama pemerintah juga tengah memikirkan jalan keluar permasalahan dengan mengurangi defisit neraca berjalan. “Bagaimana pun neraca perdagangan kita harus surplus, karena untuk sektor jasa selalu kurang, sementara Singapura sebaliknya di mana sektor jasa yang selalu surplus. Dari hal ini juga kita akan coba bertukar knowledge (wawasan) khususnya di antara Indonesia dan Singapura,” terangnya.

Senada dengan Benny, Direktur Anchorage Indonesia Budi Harsono Lim menyampaikan, keterlibatan Singapore Management University (SMU) karena selain memiliki reputasi yang baik dalam bidang bisnis dan ekonomi, mereka juga memiliki pengetahuan yang cukup baik mengenai Indonesia.

“Kami akan didukung oleh fasilitator-fasilitator yang bertaraf internasional. Tidak hanya mengenai prosedur perdagangan, nantinya program akan mengupas bahasan mengenai aspek fundamental dari ekspor-impor hingga mengenai jenis dan sumber fasilitas-fasilitas kredit dalam perdagangan,” jelas Budi.

Sementara itu, Wakil Direktur Pengembangan Bisnis Singapore Management University Cary Chan menyampaikan bahwa pihaknya akan terlibat langsung dalam sertifikasi peserta program itu. “Sertifikasi untuk pelatihan commodities and trade finance ini akan diakui dan dikeluarkan dari Universitas kami,” ungkap Cary Chan.



Sumber: BeritaSatu.com