Bursa Saham AS Tertekan Kekhawatiran Resesi

Bursa Saham AS Tertekan Kekhawatiran Resesi
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. ( Foto: AFP / Johannes Eisele )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Rabu, 21 Agustus 2019 | 08:35 WIB

New York, Beritasatu.com- Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street pada perdagangan Senin malam waktu setempat atau Selasa pagi WIB (120/8/2019) ditutup menguat.

Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup naik 249,8 poin (0,96 persen) mencapai 26.136, Nasdaq composite index naik 106,8 (1,35 persen) mencapai 8.003, sedangkan S&P 500 index naik 34,9 (1,21 persen) mencapai 2.824.

Dow Jatuh 170 poin, setelah menguat beruntun tiga hari.

Pelaku pasar masih khawatir atas kemungkinan resesi. Investor juga mempertimbangkan laporan laba perusahaan

Pekan lalu, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10-tahun secara singkat turun di bawah imbal hasil surat utang pemerintah bertenor 2-tahun. Inversi kurva imbal hasil sering dilihat sebagai sinyal bahwa resesi segera terjadi.

Pada akhir Juli, kekhawatiran tentang ketidakpastian ekonomi dan perdagangan global mendorong Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya sejak krisis keuangan 2008.

Ekonom pemenang Nobel Robert Shiller mengatakan dalam sebuah wawancara dengan CNBC pada Selasa (20/8/2019) bahwa langkah bank sentral untuk memangkas suku bunga menunjukkan rasa waspada.

Semua dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah negatif, dengan sektor keuangan dan material masing-masing turun 1,4 persen dan 1,22 persen, merupakan dua pencatat penurunan terbesar.

Home Depot melaporkan pendapatan kuartalan sebesar US$ 30,8 miliar, naik 1,2 persen dari periode yang sama tahun lalu, dengan laba bersih per saham mencapai US$ 3,17. Sementara labanya melampaui ekspektasi, pendapatannya jauh dari perkiraan, menurut data Refinitiv.



Sumber: Reuters