Kelola Manajemen Risiko, Bank BJB Wujudkan Bisnis Berkelanjutan

Kelola Manajemen Risiko, Bank BJB Wujudkan Bisnis Berkelanjutan
Direktur Kepatuhan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BBJB) Agus Mulyana (tengah) menerima penghargaan TOP GRC (Governance, Risk & Compliance) 2019 di Jakarta, Kamis (22/8/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Whisnu Bagus )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Kamis, 22 Agustus 2019 | 13:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BBJB) atau Bank Jabar Banten (BJB) berkomitmen menerapkan manajemen risiko dan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) guna mewujudkan bisnis berkelanjutan.

"Direktorat Kepatuhan akan menjadi lokomotif dalam mengawal bisnis dan menjadi contoh sesuai tata kelola perusahaan yang baik," kata Direktur Kepatuhan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk, Agus Mulyana ditemui usai Bank Jabar Banten mendapat meraih penghargaan TOP GRC (Governance, Risk & Compliance) 2019 di Jakarta, Kamis (22/8/2019). Dalam kesempatan itu, Agus Mulyana juga memperoleh The Most Comitted GRI Leader 2019.

Agus Mulyana mengatakan, BJB berkomitmen menjaga keberlangsungan bisnis dengan menerapkan budaya kepatuhan untuk mendukung kinerja perusahaan. "Sustainable business penting untuk menumbuhkan awaranes risiko bisnis dalam jangka panjang," kata Agus Mulyana.

Agus Mulyana menjelaskan, manajemen risiko yang baik menjadi salah satu kunci yang harus dipraktikkan dalam setiap usaha bisnis. Peran pengelolaan risiko yang lebih banyak berada di balik layar ini tak banyak terlihat, namun fungsinya terlampau besar untuk disepelekan.

Melalui pencapaian tersebut, perseroan menargetkan hingga akhir tahun ini, Non Performing Loan (NPL) bisa ditekan 1,5 persen seiring pencapaian NPL di semester pertama tahun ini sebesar 1,7 persen atau lebih rendah dari rata-rata NPL industri perbankan per Mei 2019 yang sebesar 2,61 persen.

Sementara rasio Net Interest Margin (NIM) bank BJB pada semester I-2019 di level 5,7 persen atau berada di atas rata-rata rasio NIM industri perbankan yang mencapai 4,9 persen.

Adapun total aset Bank BJB tumbuh 6,4 persen year on year (yoy) menjadi Rp 120,7 triliun. Pertumbuhan aset ini didukung penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 95,1 triliun atau tumbuh sekitar 7 persen. Sedangkan laba bersih setelah pajak tercatat sebesar Rp 803 miliar. Untuk total kredit yang disalurkan mencapai Rp 78,2 triliun atau tumbuh sebesar 8,2 persen (yoy).

Dalam ajang penghargaan tahunan ini, Bank BJB mendapatkan penghargaan TOP GRC 2019 #4 Stars di mana bank BJB dinilai telah menerapkan manajemen risiko dan kepatuhan sangat baik. Penghargaan ini dinilai dari tiga aspek utama, yakni sistem, infrastruktur dan implementasi tata kelola perusahaan.

Dewan juri menilai sistem, infrastruktur, dan implementasi tata kelola perusahaan yang baik (GCG), manajemen risiko dan manajemen kepatuhan di perusahaan, berada di tingkat yang sangat baik sehingga dapat mendukung peningkatan kinerja bisnis perusahaan yang berkelanjutan.



Sumber: BeritaSatu.com