Ekspor Karet Meningkat Tajam
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ekspor Karet Meningkat Tajam

Kamis, 22 Agustus 2019 | 16:38 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian Kementerian Pertanian (Kemtan) Sudi Mardianto, menjelaskan lalu lintas ekspor getah karet selama empat setengah tahun terakhir terus mengalami peningkatan yang cukup tajam. Peningkatan ini juga sekaligus menunjukan bahwa Indonesia adalah produsen karet alam terbesar kedua di dunia.

"Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan volume dan nilai ekspor getah karet kita untuk periode 2014-2018 meningkat tajam dari 312.000 ton menjadi 532.000 ton. Atau dengan kata lain jumlahnya meningkat signifikan sekitar 70%," ujar Sudi, Kamis (22/8/2019).

Menurut Sudi, meningkatnya ekspor karet Indonesia merupakan hasil kerja keras petani karet yang selama ini terus menjaga kualitas. Karena itu, produksi yang ada mampu menembus pasar dunia seperti negara India dengan nilai transaksi mencapai US$ 15,4 juta atau sebesar 27,23 persen dari total ekspor getah karet. Selain itu, ada juga negara tujuan Vietnam dengan nilai transaksi mencapai US$12,9 juta.

"Kita juga mengekspor ke negara Tiongkok dengan nilai transaksi mencapai US$8,3 juta. Kemudian ekspor ke negara tetangga Singapura sebesar US$3,3 juta dan Bangladesh sebesar US$2,5 juta," katanya.

Sudi menjelaskan, transaksi nilai ekspor karet meningkat tajam dari US$ 37 juta menjadi US$56,6 juta atau dengan angka sekitar 53%. Kata dia, peningkatan ini juga merupakan implementasi kebijakan dan program terobosan Kementerian Pertanian yang memangkas sejumlah regulasi ekspor dan mempermudah proses perijinan.

Faktanya, getah karet Indonesia terus menunjukkan nilai yang kompetitif di pasar nasional maupun internasional. Ke depan, lanjut Sudi, produksi getah karet diprediksi akan semakin meningkat produksi dan kualitasnya seiiring dengan dilaksanakannya program peremajaan kebun karet rakyat melalui program BUN500.

Agar manfaat ekonomi getah karet dapat dinikmati lebih besar oleh petani, upaya peningkatan nilai tambah juga harus dilakukan. "Salah satu upaya yang kami sarankan adalah dengan mengundang investor untuk membangun industri pengolahan karet di daerah sentra perkebunan rakyat. Upaya ini secara operasional akan menggunakan pendekatan korporasi, sehingga petani karet dapat manfaat yang besar dari pengolahan getah karet yang dihasilkan," katanya.

Seperti diketahui bersama, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian saat ini tengah memacu peningkatan produksi komoditas perkebunan dengan meluncurkan program BUN500. Program tersebut dibuat untuk mengembalikan kejayaan komoditas perlebunan Indonesia dalam menopang perekonomian rakyat secara nasional.

Ketersediaan benih unggul merupakan faktor penentu untuk meningkatkan produksi berdaya saing tinggi, juga sebagai solusi bagi kendala yang dihadapi masyarakat.

Sebab, Ketersediaan benih unggul dipastikan mampu memenuhi kebutuhan, terutama untuk perkebunan rakyat.
Kegiatan dukungan perbenihan perkebunan ini melalui APBN-P 2017 dan 2018, menyediakan benih bermutu tanaman perkebunan.

Di mana dilaksanakan secara non swakelola dan swakelola dengan melibatkan Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Pusat lingkup Direktorat Jenderal Perkebunan, Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) Perbenihan, maupun kelompok masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga akan membangun kebun sumber benih dalam bentuk kebun entres maupun kebun induk penghasil biji selama kurun waktu 2020-2024. Diharapkan program yang telah direncanakan ini dapat dicapai dengan baik mulai dari mutu teknik maupun mutu genetik.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

IHSG Ditutup Tergerus 13 Poin, Ini Daftar Top 10 Market Cap

Sebanyak 159 saham menguat, 269 saham melemah, dan 165 saham stagnan.

EKONOMI | 22 Agustus 2019

DPR Sepakat Keberadaan Konsultan Pajak Harus Diwadahi Undang-undang

DPR minta keberadaan konsultan pajak harus diwadahi undang-undang.

EKONOMI | 22 Agustus 2019

Mitratel Dorong Transformasi Telkom Lewat Bisnis IoT

Bisnis IoT adalah salah satu tren teknologi strategis yang diperkirakan akan terus berkembang.

EKONOMI | 22 Agustus 2019

Lagi, BI Turunkan Suku Bunga Acuan 25 bps Jadi 5,5%

Strategi operasi moneter tetap diarahkan untuk memastikan kecukupan likuiditas dan meningkatkan efisiensi pasar uang.

EKONOMI | 22 Agustus 2019

Kepala Bappenas Buka Suara soal Wacana Provinsi Bogor Raya

Pendirian provinsi baru hanya akan menambah masalah baru.

EKONOMI | 22 Agustus 2019

Kelola Manajemen Risiko, Bank BJB Wujudkan Bisnis Berkelanjutan

Manajemen risiko yang baik menjadi salah satu kunci yang harus dipraktikkan dalam setiap usaha bisnis.

EKONOMI | 22 Agustus 2019

KAHMIPreneur Nilai KEK Mandalika dapat Jadi Penggerak Ekonomi NTB

KEK Mandalika diharapkan dapat mempercepat laju pertumbuhan ekonomi, mengurangi kesenjangan ekonomi serta menghilangkan kesenjangan antar wilayah di NTB.

EKONOMI | 22 Agustus 2019

Carmelita: Swasta Sudah Terlibat di Tol Laut Sejak 2016

Awalnya hanya Pelni yang dilibatkan pemerintah dalam membangun tol laut.

EKONOMI | 22 Agustus 2019

Sejalan Mata Uang Asia, Rupiah Melemah Siang Ini

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.226-Rp 14.247 per dolar AS.

EKONOMI | 22 Agustus 2019

Sesi I, IHSG Berkurang 0,49% ke Posisi 6.221

Sebanyak 146 saham naik, 231 saham melemah dan 170 saham stagnan.

EKONOMI | 22 Agustus 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS