Langkah Kemdag Buka Pasar Afrika Diapresiasi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Langkah Kemdag Buka Pasar Afrika Diapresiasi

Kamis, 22 Agustus 2019 | 16:57 WIB
Oleh : Ridho Syukro / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Perkembangan proses kerja sama dagang Indonesia dengan negara-negara di Afrika sangat diapresiasi. Hal ini menyusul proses perundingan Preferential Trade Agreement (PTA) antara Indonesia dan Mozambik telah rampung dan menunggu untuk ditandatangani dalam waktu dekat.

Pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Ahmad Heri Firdaus, mengatakan, langkah pemerintah Indonesia untuk mempercepat perjanjian dagang dengan negara non tradisional cukup positif dan menguntungkan pengusaha.

"Langkah Mendag membuka pasar Afrika memang sudah mulai terlihat hasilnya. Langkah ini sangat perlu dilakukan agar ekspor Indonesia meningkat dan membantu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Heri melalui siaran pers, Kamis (22/8/2019).

Heri menyebutkan, potensi pasar Afrika sangat besar karena negara itu sedang berproses menjadi negara lower middle income dari sebelumnya sebagai negara lower income. Afrika sedang membutuhkan produk-produk kebutuhan dasar seperti pakaian, pangan, dan obat-obatan.

"Ada kecocokan, mereka butuh apa dan Indonesia bisa memproduksinya dan perjanjian dagang ini membuka peluang besar,” ujar Heri.

Heri mengingatkan, pemerintah Indonesia harus lebih pintar dalam memproses perjanjian dagang dengan negara-negara tujuan ekspor nontradisional. Salah satunya dengan melobi negara mitra dagang agar dapat menurunkan atau bahkan menghilangkan sebanyak-banyaknya tarif dagang.

“Jika produk Indonesia terbebas dari berbagai hambatan dagang seperti tarif maupun non-tarif, keberadaan produk Indonesia akan lebih kompetitif dibandingkan produk negara lain yang juga diekspor ke Afrika,” jelas Heri.

Heri mengimbau pemerintah memperhatikan strategi perundingan yang benar-benar berdampak pada ekspor Indonesia.

“Dalam sebuah perjanjian dagang pasti ada timbal balik yang diminta negara mitra dagang untuk kemudahan mereka mengimpor barang ke Indonesia,” tandas Heri.

Pengamat perdagangan internasional dari Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal menyebutkan senada. Ia memandang bahwa sebelumnya pemerintah terlihat belum serius menggarap potensi pasar Afrika. Hal itu terlihat dari nilai ekspor Indonesia yang kerap mengalami kenaikan dan penurunan tajam dalam catatan perdagangan dengan negara mitra di wilayah Afrika. Dan, langkah pemerintah kini diharap signifikan mendongkrak neraca perdagangan.

“Jadi kita lah dalam hal ini membuka jalan dan memberikan keyakinan juga kepada para pengusaha domestik. Karena hambatan di lapangan juga banyak ditemui dari kalangan pengusaha domestik sendiri yang enggan untuk masuk pasar baru terutama di Afrika,” papar Fithra.

Fithra memaparkan, berdasarkan kajian pemetaan mitra dagang nontradisional yang dibuat oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi UI (FEUI) tiga tahun lalu, pasar Afrika termasuk negara yang terhitung sangat potensial. Temuan itu dibuktikan dari kalkulasi pertumbuhan ekonomi Afrika yang telah menunjukan peningkatan signifikan, yang bahkan melebihi pertumbuhan ekonomi dunia.

“Daerah-daerah seperti Ethiopia, Somalia, Rwanda yang dulu relatif tertinggal, justru sekarang pertumbuhan ekonominya cukup tinggi dan bahkan berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia bahkan Asia,” tandas Fithra.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 14.239 Per Dolar AS

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.226- Rp 14.247 per dolar AS.

EKONOMI | 22 Agustus 2019

Ekspor Karet Meningkat Tajam

Ekspor getah karet dalam empat tahun terakhir meningkat tajam.

EKONOMI | 22 Agustus 2019

IHSG Ditutup Tergerus 13 Poin, Ini Daftar Top 10 Market Cap

Sebanyak 159 saham menguat, 269 saham melemah, dan 165 saham stagnan.

EKONOMI | 22 Agustus 2019

DPR Sepakat Keberadaan Konsultan Pajak Harus Diwadahi Undang-undang

DPR minta keberadaan konsultan pajak harus diwadahi undang-undang.

EKONOMI | 22 Agustus 2019

Mitratel Dorong Transformasi Telkom Lewat Bisnis IoT

Bisnis IoT adalah salah satu tren teknologi strategis yang diperkirakan akan terus berkembang.

EKONOMI | 22 Agustus 2019

Lagi, BI Turunkan Suku Bunga Acuan 25 bps Jadi 5,5%

Strategi operasi moneter tetap diarahkan untuk memastikan kecukupan likuiditas dan meningkatkan efisiensi pasar uang.

EKONOMI | 22 Agustus 2019

Kepala Bappenas Buka Suara soal Wacana Provinsi Bogor Raya

Pendirian provinsi baru hanya akan menambah masalah baru.

EKONOMI | 22 Agustus 2019

Kelola Manajemen Risiko, Bank BJB Wujudkan Bisnis Berkelanjutan

Manajemen risiko yang baik menjadi salah satu kunci yang harus dipraktikkan dalam setiap usaha bisnis.

EKONOMI | 22 Agustus 2019

KAHMIPreneur Nilai KEK Mandalika dapat Jadi Penggerak Ekonomi NTB

KEK Mandalika diharapkan dapat mempercepat laju pertumbuhan ekonomi, mengurangi kesenjangan ekonomi serta menghilangkan kesenjangan antar wilayah di NTB.

EKONOMI | 22 Agustus 2019

Carmelita: Swasta Sudah Terlibat di Tol Laut Sejak 2016

Awalnya hanya Pelni yang dilibatkan pemerintah dalam membangun tol laut.

EKONOMI | 22 Agustus 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS