Ini Institusi dan Produk Syariah Terbaik Versi Majalah Investor

Ini Institusi dan Produk Syariah Terbaik Versi Majalah Investor
Bank Syariah Terbaik Direktur Eksekutif Asbisindo Herbudhi S. Tomo (tiga dari kiri), Direktur Beritasatu Media Holdings Primus Dorimulu (kanan), serta penerima penghargaan kategori Bank Syariah Terbaik (ki-ka): Direktur Utama PT Bank BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo, Multifinance Head PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk Ahmad Rifqi, Head of Syariah Consumer, Product, and Business Analytics PT Bank CIMB-Niaga Tbk Bung Aldilla dan Direktur Pemasaran PT Bank Yogyakarta R. Agus Trimurjanto, saat Investor Award “Best Syariah 2019”, Jakarta, Kamis (22/8/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Uthan AR )
/ HA Kamis, 22 Agustus 2019 | 20:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Majalah Investor memberikan penghargaan kepada 13 institusi keuangan syariah dan 15 produk keuangan syariah di ajang “Investor Best Syariah Awards 2019” yang digelar Kamis (22/8/2019).

Tahun ini, penghargaan juga diberikan kepada dua tokoh yang selama ini ikut berkontribusi pada perkembangan industri keuangan syariah nasional.

Pada kelompok institusi syariah dengan aset di atas Rp 20 triliun, PT Bank BNI Syariah kembali mengulang prestasi tahun 2017 dan 2018 dengan meraih posisi sebagai bank syariah terbaik.

Sedangkan pada kategori aset di bawah Rp 20 triliun, penghargaan diberikan pada PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk, yang berhasil mempertahankan prestasi tahun 2018. Catatan untuk penilaian perbankan syariah, tahun ini menggunakan standar aset di atas Rp 20 triliun dan di bawah Rp 20 triliun, naik dari patokan tahun-tahun sebelumnya sebesar Rp 10 triliun. Keputusan diambil Dewan Juri karena kenaikan nilai aset perbankan syariah.

Untuk unit usaha syariah (UUS) perbankan, PT Bank CIMB Niaga Tbk berhasil menjadi pemenang untuk kategori UUS aset di atas Rp 5 triliun. Sedangkan UUS terbaik dengan aset Rp 5 triliun ke bawah diberikan kepada PT Bank BPD Daerah Istimewa Yogyakarta.

Penghargaan juga diberikan untuk tiga asuransi jiwa syariah terbaik dan tiga asuransi umum syariah terbaik serta satu perusahaan reasuransi. Tidak ada pemisahan antara asuransi full syariah dengan asuransi cabang syariah.

PT Asuransi Allianz Life Indonesia berhasil menjadi yang terbaik untuk kelompok asuransi jiwa syariah dengan aset di atas Rp 1 triliun. Selanjutnya pada kelompok aset antara Rp 200 miliar – Rp 1 triliun, penghargaan diraih PT BNI Life Insurance. Sedangkan asuransi jiwa dengan aset kurang dari Rp 200 miliar diraih PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha.

Multifinance Syariah dan Sukuk Terbaik Sales Director BSM Didi Hardiman (kiri), serta penerima penghargaan kategori Multifinance Syariah dan Sukuk Terbaik (ki-ka): Corporate Secretary PT Mandala Multifinance Tbk Mahrus, Assistant Vice President Compliance Department PT Timah Tbk Charles Sirait dan Deputy Customer Retention Division Head PT Astra Sedaya Finance Vivi Elfira. (Uthan AR)

Untuk kelompok asuransi umum, penghargaan diberikan untuk tiga kategori. Pada kelompok asuransi umum dengan aset lebih dari Rp 100 miliar, posisi terbaik diraih PT Asuransi Tri Pakarta. Selanjutnya kelompok aset Rp 50 – Rp 100 miliar penghargaan diberikan pada PT Asuransi Bringin Sejahtera Artamakmur. PT Asuransi Parolamas kembali mengulang prestasi tahun lalu karena menjadi yang terbaik untuk kategori aset kurang dari Rp 50 miliar.

Penghargaan untuk multifinance syariah tahun ini pun tanpa pemisahan antara multifinance syariah penuh (full fledge) maupun unit syariah multifinance dan tanpa pemisahan berdasarkan kelas aset. Berdasarkan keputusan Dewan Juri, tahun ini penghargaan diberikan pada PT Mandala Multifinance Tbk.

Khusus pemeringkatan obligasi dan reksa dana syariah, tim juri Investor Syariah Award dan Litbang Majalah Investor bekerja sama dengan PT Infovesta Utama, lembaga riset reksa dana dan obligasi. Produk obligasi syariah dinilai berdasarkan kinerja fundamental dan risk adjusted return.

Tahun ini, penghargaan untuk sukuk ijarah terbaik diraih Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Timah Tahap I Tahun 2017 Seri A, terbitan PT Timah Tbk. Sedangkan sukuk mudharabah terbaik diraih produk terbitan PT Astra Sedaya Finance, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Astra Sedaya Finance Tahap I Tahun 2018 Seri B.

Selanjutnya, penghargaan untuk produk reksa dana saham syariah terbaik diberikan untuk periode 1, 3 dan 5 tahun. Reksa dana syariah terbaik periode 1 tahun diraih Pacific Saham Syariah II yang diterbitkan PT Pacific Capital Investment. Sedangkan reksa dana Sucorinvest Sharia Equity Fund yang diterbitkan PT Sucorinvest Asset Management memborong penghargaan untuk periode 3 dan 5 tahun.

Sedangkan penghargaan untuk reksa dana saham berdenominasi dolar AS diberikan untuk periode 1 dan 3 tahun. Reksa dana Bahana USD Global Sharia Equities yang diterbitkan PT Bahana TCW Investment Management menjadi yang terbaik untuk periode 1 tahun. Sedangkan periode 3 tahun diraih BNP Paribas Cakra Syariah USD yang dikelola PT BNP Paribas Investment Partners.

Reksa dana syariah campuran terbaik periode satu diraih Simas Balance Syariah yang dikelola Sinarmas Asset Management. Sedangkan Mandiri Investa Syariah Berimbang yang dikelola PT Mandiri Manajemen Investasi berhasil meraih penghargaan untuk periode 3 dan 5 tahun.

PT Danareksa Investment Management berhasil menempatkan salah satu produknya, Danareksa Melati Pendapatan Utama Syariah sebagai reksa dana campuran syariah terbaik periode satu tahun. Sementara periode 3 dan 5 tahun diborong I-Hajj Syariah Fund yang diterbitkan PT Insight Investment Management.

Selanjutnya, untuk reksa dana pasar uang syariah, penghargaan diberikan hanya diberikan untuk periode satu tahun. Tahun ini diraih Pinnacle Sharia Money Market Fund, produk andalan PT Pinnacle Persada Investama. Penghargaan juga diberian untuk reksa dana syariah ETF dan indeks periode satu tahun, Majoris JII Syariah Indonesia yang dikelola PT Majoris Asset Management.

Tokoh Syariah
Majalah Investor bersama Tim Juri Investor Best Syariah Awards 2019 juga memberikan apresiasi khusus kepada para tokoh syariah yang sejauh ini telah berkontribusi bagi kemajuan industri keuangan syariah Indonesia. Tahun ini, penghargaan sebagai Tokoh Syariah 2019 diberikan kepada Dian Masyita MT, PhD, sebagai akademisi dan Prof Dr H Yunahar Ilyas, Lc, MA sebagai ulama yang berpengaruh terhadap perkembangan industri keuangan syariah nasional.

Sehari-hari, Dian Masyita mendedikasikan diri sebagai pengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran, Bandung sekaligus menjadi konsultan bagi Bank Indonesia. Sedangkan Yunahar selain mendedikasikan diri sebagai Guru Besar di Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, juga dikenal sebagai Wakil Ketua Umum DSN & Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Tokoh Syariah 2019 Wakil Ketua BPH DSN-MUI Prof Dr H Faturrahman Djamil, MA. (dua dari kiri), Ketua Dewan Juri Best Syariah 2019 Adiwarman Karim (dua dari kanan), Direktur Beritasatu Media Holdings Primus Dorimulu (kiri), Pemimpin Redaksi Majalah Investor Komang Darmawan (kanan) bersama Tokoh Syariah 2019: Prof Dr H Yunahar Ilyas, Lc, MA (tiga dari kiri) dan Dian Masyita, PhD. (Uthan AR)

Direktur Pemberitaan Berita Satu Media Holdings Primus Dorimulu mengatakan penghargaan untuk institusi maupun instrumen keuangan syariah ini merupakan bagian dari upaya mendorong perkembangan industri keuangan syariah nasional. Selain itu, penghargaan juga bertujuan untuk memacu para pelaku ekonomi keuangan syariah dan masyarakat ekonomi syariah untuk terus memajukan perekonomian syariah nasional.

Tahun ini merupakan penyelenggaraan Investor Best Syariah Awards ke-14 yang diadakan secara rutin oleh Majalah Investor. Sedangkan penghargaan untuk Tokoh Syariah memasuki tahun ke-11.

“Pemeringkatan khusus untuk bisnis dan produk syariah ini punya tujuan agar potensi industri keuangan syariah di negara dengan penduduk muslim terbesar ini bisa berkembang optimal,” ujar Pemimpin Redaksi Majalah Investor Komang Darmawan, di sela acara.

Kriteria Penilaian
Penilaian kinerja keuangan institusi syariah sebagian besar mengacu pada penilaian institusi konvensional, tetapi beberapa kriteria disesuaikan dengan parameter syariah. Pemeringkatan bank syariah, asuransi syariah dan multifinance syariah hanya menggunakan penilaian kuantitatif berdasarkan kinerja finansial. Dalam penilaian kuantitatif, ada sejumlah parameter yang digunakan untuk penilaian.

Dewan Juri Best Syariah Award 2019: Adiwarman Karim (kanan) serta (ki-ka): Primus Dormulu, Ahmad Sya'roni, Parto Kawito, Josep Ginting dan Iggi A Achsien. (Uthan AR)

Pada bank syariah, misalnya, digunakan 17 indikator, termasuk CAR (capital adequacy ratio), NPF (non-performing financing), ROA (return on asset), ROE (return on equity), NIM (net interest margin), BOPO, cash provision, pertumbuhan pembiayaan, return mudarabah, dan return ijarah.

Tim juri Investor Best Syariah Award terdiri atas para pakar di industri keuangan syariah, yakni Adiwarman Karim, Iggi Achsien, Ahmad Syahroni, dan Dr Josep Ginting.



Sumber: Majalah Investor