Pemerintah Gencar Dorong Industri Ciptakan Inovasi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pemerintah Gencar Dorong Industri Ciptakan Inovasi

Kamis, 22 Agustus 2019 | 00:00 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah bertekad untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai negara yang maju dan sejahtera. Untuk mencapai sasaran tersebut, langkah akselerasi yang dilakukan membutuhkan kontribusi dari sektor industri manufaktur.

Oleh karenanya, industri manufaktur terus didorong untuk memperbanyak terobosan di tengah semakin ketatnya persaingan usaha. Inovasi melalui pemanfaatan teknologi dan efisiensi proses produksi akan menjadi kunci bagi penguatan daya saing industri manufaktur di Indonesia.

“Bapak Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan perlu ada lompatan jauh untuk mendahului kemajuan bangsa lain menuju visi Indonesia Maju,” kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis (22/8).

Airlangga menjelaskan, Indonesia sudah punya peta jalan dalam kesiapan memasuki era industri 4.0. Ini tertuang dalam Making Indonesia 4.0 yang telah diluncurkan oleh Presiden Jokowi pada April 2018. “Jadi, kita sudah punya strategi ke depan dalam menghadapi era digitalisasi. Melaui roadmap tersebut, kita merevitalisasi sektor manufaktur dan membangun ekonomi berbasis inovasi,” tuturnya.

Adapun teknologi yang sedang berkembang seiring bergulirnya industri 4.0, antara lain berupa artificial intelligence (AI), advanced robotic, internet of things (IoT), 3D Printing, dan Augmented Reality/Virtual Reality (AR/VR).

“Teknologi ini dinilai dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas bagi sektor industri secara lebih efisien. Sehingga sektor industri akan terus berkontribusi besar pada ekonomi,” imbuhnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor industri masih memberikan kontribusi paling besar terhadap struktur produk domestik bruto (PDB) nasional pada triwulan II tahun 2019 dengan capaian 19,52% (y-on-y).

Ada pun tiga sektor yang menopang pertumbuhan industri pengolahan nonmigas pada kuartal dua tahun ini, dan mampu melampaui pertumbuhan ekonomi yang berada di angka 5,05%.

Tiga sektor utama tersebut, yaitu industri tekstil dan pakaian jadi yang tumbuh melejit hingga 20,71%, kemudian disusul industri kertas dan barang dari kertas, percetakan dan reproduksi media rekaman yang tumbuh mencapai 12,49%. Selanjutnya, industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 7,99%.

Sementara itu, terjadi peningkatan investasi di sektor industri manufaktur, yang terlihat dari capaian penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) pada kuartal II tahun 2019 yang melonjak dibanding kuartal sebelumnya.

Sepanjang periode April-Juni tahun ini, sumbangsih sektor manufaktur pada PMDN senilai Rp 22,2 triliun atau di atas perolehan periode sebelumnya yang mencapai Rp 16,1 triliun.

Sedangkan, sumbangsih sektor manufaktur untuk PMA di triwulan II-2019, menyentuh hingga US$ 2,5 miliar atau lebih tinggi pada triwulan sebelumnya di angka US$ 1,9 miliar.

“Tentunya investasi memberikan multiplier effect dalam rangka peningkatan nilai tambah bahan baku dalam negeri, membuka lapangan kerja baru, serta penerimaan devisa dari ekspor dan pajak,” ungkap Airlangga.

Pertumbuhan industri juga mendorong terwujudnya Indonesia sentris dalam memeratakan pembangunan infrastruktur dan ekonomi secara inklusif.

Oleh karena itu, Airlangga mengemukakan, pemerintah sedang gencar mendongkrak nilai investasi terutama dari sektor industri. Selain guna memperkuat struktur perekonomian nasional, akan membawa dampak pula terhadap pendalaman struktur manufaktur nasional sehingga akan berdaya saing global.

“Investasi pun memacu kapasitas produksi sektor industri, sehingga seperti yang diinginkan oleh Bapak Presiden, kita harus berani melakukan ekspansi. Tidak hanya bermain di pasar dalam negeri saja, tetapi produk-produk kita harus mampu membanjiri pasar regional dan global,” paparnya.

Sepanjang Januari-Juni 2019, pengapalan produk manufaktur nasional mampu menembus US$ 60,14 miliar. Nilai ini berkontribusi sebesar 74,88% dari capaian ekspor nasional yang menyentuh angka US$ 80,32 miliar di semester pertama tahun ini. “Jadi, produk manufaktur masih mendominasi ekspor kita,” tutur Airlangga.

Ada pun tiga sektor yang menyetor paling besar terhadap nilai ekspor nasional pada semester I-2019, yaitu industri makanan sebesar US$ 12,36 miliar, kemudian industri logam dasar US$ 8,14 miliar, serta disusul industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia US$ 6,37 miliar.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ini Institusi dan Produk Syariah Terbaik Versi Majalah Investor

Pada kelompok aset di atas Rp 20 triliun, PT Bank BNI Syariah kembali yang terbaik.

EKONOMI | 22 Agustus 2019

Langkah Kemdag Buka Pasar Afrika Diapresiasi

Potensi pasar Afrika dinilai sangat besar.

EKONOMI | 22 Agustus 2019

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 14.239 Per Dolar AS

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.226- Rp 14.247 per dolar AS.

EKONOMI | 22 Agustus 2019

Ekspor Karet Meningkat Tajam

Ekspor getah karet dalam empat tahun terakhir meningkat tajam.

EKONOMI | 22 Agustus 2019

IHSG Ditutup Tergerus 13 Poin, Ini Daftar Top 10 Market Cap

Sebanyak 159 saham menguat, 269 saham melemah, dan 165 saham stagnan.

EKONOMI | 22 Agustus 2019

DPR Sepakat Keberadaan Konsultan Pajak Harus Diwadahi Undang-undang

DPR minta keberadaan konsultan pajak harus diwadahi undang-undang.

EKONOMI | 22 Agustus 2019

Mitratel Dorong Transformasi Telkom Lewat Bisnis IoT

Bisnis IoT adalah salah satu tren teknologi strategis yang diperkirakan akan terus berkembang.

EKONOMI | 22 Agustus 2019

Lagi, BI Turunkan Suku Bunga Acuan 25 bps Jadi 5,5%

Strategi operasi moneter tetap diarahkan untuk memastikan kecukupan likuiditas dan meningkatkan efisiensi pasar uang.

EKONOMI | 22 Agustus 2019

Kepala Bappenas Buka Suara soal Wacana Provinsi Bogor Raya

Pendirian provinsi baru hanya akan menambah masalah baru.

EKONOMI | 22 Agustus 2019

Kelola Manajemen Risiko, Bank BJB Wujudkan Bisnis Berkelanjutan

Manajemen risiko yang baik menjadi salah satu kunci yang harus dipraktikkan dalam setiap usaha bisnis.

EKONOMI | 22 Agustus 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS