Wakil Ketua DPD Usul Tol Laut Dituangkan dalam Inpres

Wakil Ketua DPD Usul Tol Laut Dituangkan dalam Inpres
Wakil Ketua DPD Nono Sampono. ( Foto: Beritasatu )
Heru Andriyanto / HA Kamis, 22 Agustus 2019 | 18:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Nono Sampono meminta Presiden Joko Widodo untuk menerbitkan instruksi terkait tol laut, agar pembangunan ekonomi kelautan bisa tumbuh lebih cepat dalam lima tahun ke depan.

"Kebijakan kelautan kita harus dioptimalkan, lima tahun ke depan jangan bentuk kebijakan saja, tetapi instruksi presiden tentang percepatan pembangunan kelautan misalnya," kata Nono di studio Beritasatu News Channel, Rabu (21/8/2019) malam.

"Kita harus berpikir jangka panjang, misalnya perguruan tinggi yang berbasis kelautan, kemaritiman, itu paling cocok di daerah timur. Lima tahun ke depan kita butuh percepatan."

Wilayah timur Indonesia harus menjadi perhatian karena ketimpangan infrastruktur dan kesenjangan harga yang membuat potensi besar ekonomi kelautan di sana tidak bisa dimanfaatkan secara optimal, kata Nono.

Nono mengatakan dalam sebuah diskusi dengan seorang konsultan Bank Dunia, terungkap disparitas harga antara wilayah timur dan barat mencapai rata-rata 22 persen.

"Orang berpikir penyebabnya karena masalah transportasi. Ternyata tidak. Sistem logistik (penyebabnya), di timur itu tidak ada hub," kata Nono.

Dia mencontohkan bahwa kapal-kapal pengangkut barang ke wilayah timur kembali dalam keadaan kosong karena di sana tidak ada hub atau pusat pertemuan aktivitas dagang yang memungkinkan kapal mencari muatan pulang. Hal seperti ini menambah biaya pengiriman karena pemilik kapal tidak mau rugi.

Untuk penetapan lokasi hub itu harus diperhitungkan secara matang, yaitu mencari titik persilangan yang mempertemukan kepentingan domestik dengan jalur perdagangan internasional, imbuhnya.

"Kita harus menentukan tepat dan strategis agar kepentingan internasional dan domestik bertemu. Hub ini yang nanti membagi ke sana ke mari. Kapal besar nggak perlu sampai ke Papua, terlalu jauh," kata Nono.

Simak penjelasannya lebih jauh dalam video berikut:



Sumber: BeritaSatu TV