Cari Cadangan Emas Baru, Agincourt Kucurkan US$ 25 Juta

Cari Cadangan Emas Baru, Agincourt Kucurkan US$ 25 Juta
Wakil Presiden Direktur dan CEO PT Agincourt Resources Tim Duffy ( Foto: Merdhy Pasaribu / Merdhy Pasaribu )
Merdhy Pasaribu / MPA Rabu, 21 Agustus 2019 | 18:19 WIB

Batangtoru, Beritasatu.com-PT Agincourt Resources, pengelola tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan, menyiapkan dana US$ 25 juta atau sekitar Rp 350 miliar (asumsi kurs Rp14.000/US$) bagi kegiatan eksplorasi lanjutan untuk menemukan cadangan emas baru.

"Dana eksplorasi untuk sepanjang tahun 2019 dan penggunaannya sejauh ini sudah sesuai rencana," kata Wakil Presiden Direktur dan CEO PT Agincourt Resources Tim Duffy kepada wartawan yang berkunjung ke lokasi pertambangan emas Martabe di Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Rabu (21/8/2019).

Ia mengatakan Agincourt pada tahun ini memiliki agenda untuk melakukan eksplorasi lanjutan di lokasi yang berbeda untuk menemukan cadangan emas baru.

Menurut Tim Duffy, jumlah sumber daya mineral Tambang Martabe per akhir Desember 2018, diperkirakan mencapai 8,1 juta oz emas dan 69 juta oz perak.

Sumber daya tersebut tersebar di enam area deposit. Namun dari enam area tersebut baru tiga yang sudah berproduksi yaitu Purnama Pit, Ramba Joring Pit dan Barani Pit. Tiga lainnya yaitu Uluala Hulu, Tor Uluala dan Tor Uluala West belum produksi.

Dari sumber daya tersebut yang ada tersebut, Tim Duffy memperkirakan umur deposit tambang emas Martabe mencapai 15 hingga 16 tahun. "Sehingga kegiatan eksplorasi lanjutan yang cukup agresif diperlukan untuk memperpanjang umur deposit tambang Martabe," katanya.

Pada acara yang sama Chief Geologist Agincourt Resources, Steve McCarthy menjelaskan, perseroan mengoperasikan 13 anjungan pengeboran (drill rig) sebagai bagian dari kegiatan eksplorasi lanjutan Tambang Emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, agar umur kandungan mineralnya bisa diperpanjang hingga tahun 2050.

"Kami merencanakan program pengeboran eksplorasi pada 2019 bisa mencapai total 82.000 meter," kata Steve McCarthy.

Menurut Steve,seluruh kegiatan operasi pengeboran itu didukung penggunaan helikopter agar tidak perlu membuka area hutan untuk meminimalkan dampak lingkungan. "Setelah kegiatan pengeboran selesai area tersebut juga akan direhabilitasi kembali," katanya.

Selain melakukan pengeboran, lanjut dia, pihaknya juga saat ini melakukan survei geophysical permukaan tiga dimensi di wilayah seluas 30 kilometer persegi.

Tujuan survei tersebut adalah untuk mengidentifikasi target pengeboran lanjutan untuk memperpanjang umur deposit mineral tambang Martabe hingga tahun 2050 atau bahkan lebih lama lagi.

Sejalan dengan itu, rencana eksplorasi regional juga sudah dibuat. "Hanya saja belum bisa dilaksanakan sekarang karena masih menunggu izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan," katanya.

Steve menambahkan, seluruh kegiatan eksplorasi di Tambang Emas Martabe saat ini didukung oleh 650 personil termasuk pegawai PT Agincourt Resources maupun kontraktor.



Sumber: Suara Pembaruan