Trump Perintahkan Perusahaan AS Angkat Kaki dari Tiongkok

Trump Perintahkan Perusahaan AS Angkat Kaki dari Tiongkok
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (kanan), berbincang dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, saat upacara penyambutan di Aula Besar Rakyat di Beijing, pada 9 November 2017. ( Foto: Dok SP )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Sabtu, 24 Agustus 2019 | 09:51 WIB

Washington, Beritasatu.com - Tensi Perang Dagang kembali meningkat. Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan menaikkan bea masuk dari 25 persen menjadi 30 persen terhadap impor dari Tiongkok senilai US$ 250 miliar pada 1 Oktober 2019 nanti. Sedangkan, tarif lain untuk barang-barang impor dari Tiongkok senilai US$ 300 miliar, yang rencananya akan berlaku mulai 1 September, akan dinaikkan menjadi 15 persen dari 10 persen. Trump juga memerintahkan perusahaan-perusahaan AS untuk angkat kaki dari Tiongkok.

Dalam akun Twitternya, Trump mengatakan Tiongkok (dan negara-negara lainnya) memanfaatkan perdagangan dengan AS, dan mencuri hak kekayaan intelektual. AS mengalami kerugian hingga ratusan miliar dolar dalam perdagangan dengan Tiongkok.

"Sayangnya, Pemerintahan sebelumnya membiarkan Tiongkok jauh di depan dalam perdagangan sehingga membebani pembayar pajak AS. Sebagai presiden, saya tidak bisa membiarkan ini terjadi," kata Trump melalui Twitternya, Jumat (23/8/2019).

Sebelumnya, Tiongkok mengumumkan akan menaikkan bea masuk baru terhadap impor dari AS senilai US$ 75 miliar sebagai aksi balasan terhadap bea masuk AS untuk impor Tiongkok senilai US$ 300 miliar.

Trump menyebut langkah Beijing memiliki motivasi politik di belakangnya dan tidak memiliki justifikasi. Masih lewat Twitternya, Trump kemudian "memerintahkan" perusahaan-perusahaan AS untuk angkat kaki dari Tiongkok, dan "pulang kampung" untuk mulai membuat produknya di AS.

Pernyataan Trump membuat indeks AS bertumbangan. Dow Jones Industrial Average terkoreksi 2,4 persen ke 25.628,9, S&P 500 turun 2,6 persen ke 2.847,11, dan Nasdaq anjlok 33 persen ke 7.751,77. Padahal, sebelum Trump menggoyang pasar, Gubernur The Fed Jerome Powell meniupkan angin segar ke bursa dengan mengatakan bahwa The Fed akan melakukan langkah-langkah yang dibutuhkan untuk menjaga pertumbuhan. Dia mengatakan perekonomian AS berada dalam kondisi bagus di tengah-tengah perang dagang yang memperlambat pertumbuhan ekonomi global.

Sikap Trump ini menuai kritik dari kelompok bisnis di AS. David French, senior vice president dari National Retail Federation mengatakan, "Mustahil bagi pelaku usaha untuk merencanakan masa depan di tengah-tengah lingkungan seperti ini. Pendekatan pemerintah jelas-jelas gagal dan jawabannya bukan menaikkan pajak untuk pelaku usaha dan konsumen. Di mana ujung dari masalah ini?".



Sumber: CNBC