Menkop Puspayoga Minta ICSB Dorong UKM Ekspor

Menkop Puspayoga Minta ICSB Dorong UKM Ekspor
Anak Agung Ngurah Puspayoga. ( Foto: SP/Ruht Semiono )
I Nyoman Mardika / FER Minggu, 25 Agustus 2019 | 15:51 WIB

Denpasar, Beritasatu.com - Menteri Koperasi dan UKM , AAGN Puspayoga meminta International Council for Small Business (ICSB) Indonesia membangun UKM yang berorientasi ke pasar ekspor. Apalagi, pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan terhadap produk UKM yang memiliki bahan baku impor dengan tujuan ekspor, akan dikenakan tarif 0 persen.

"ICSB harus fokus membidik pasar ekspor, karena jaringan pemasaran ICSB itu internasional, ada di seluruh dunia”, tegas Puspayoga dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Bidang Koperasi dan UKM 2019 yang disinergikan dengan Rakernas Khusus ICSB Indonesia di Denpasar, Bali, Jumat (23/8/2019) hingga Minggu (24/8/2019).

Acara dihadiri Wakil Gubernur (Wagub) Bali Tjok Ace, Wagub Jatim Emil Dardak, Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rahmi Diani, Wali Kota Denpasar Rai Mantra, Presiden ICSB Dunia Ahmed Osman, dan Chairman ICSB Indonesia Hermawan Kertajaya.

Puspayoga mengatakan, pemerintah sudah memiliki program strategis pendorong UKM ekspor, yaitu Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE). Produk UKM yang memiliki bahan baku impor dengan tujuan ekspor, akan dikenakan tarif 0 persen. "Bea masuk impor dikenakan 0 persen, begitu juga dengan tarif ekspor 0 persen," sebut Puspayoga.

Menkop dan UKM mencontohkan beberapa daerah yang memiliki kinerja ekspor bagus. Diantaranya, Bali (Bangli dan Denpasar), serta Jawa Tengah (Boyolali).

"Dengan kita meningkatkan ekspor produk UKM, berarti kita turut membantu pertumbuhan perekonomian nasional. Saya berharap ICSB dan seluruh pelaku UKM di Indonesia bisa memanfaatkan program KITE," tandas Puspayoga.

Lebih jauh Puspayoga mengatakan, sektor pariwisata selalu bergandengan dengan UKM. "Kalau kinerja sektor pariwisata meningkat, otomatis sektor UKM pun akan meningkat pula. Namun, semua itu kembali tergantung kepada kreativitas kita semua, dalam memadukan pariwisata dan UKM,” jelas Puspayoga.

Sementara itu, chairman ICSB Indonesia, Hermawan Kertajaya, mengatakan, agenda utama Rakernas Khusus ini adalah Policy Maker’s Brief yang menghadirkan pandangan-pandangan beberapa kementerian dan lembaga terkait penguatan UKM di Indonesia.

"Forum tersebut diharapkan menghasilkan beberapa rekomendasi bagi penguatan ekspor oleh pelaku UKM di Indonesia,” ujar Hermawan Kertajaya.

Hermawan menambahkan, Rakerna Khusus ini juga untuk menekankan pentingnya kewirausahaan dalam mendukung pembentukan keluarga mandiri.

"Salah satunya, pelibatan BKKBN di dalam strategi ini sangat penting karena dapat mengaitkan penguatan UKM dengan pembentukan keluarga-keluarga yang mandiri secara ekonomi di Indonesia," tandas Hermawan.



Sumber: Suara Pembaruan