Bank BJB Menyongsong Era Perbankan Digital

Bank BJB Menyongsong Era Perbankan Digital
Ilustrasi Bank BJB menyongsong era perbankan digital. (Foto: Istimewa)
Anselmus Bata / RIX Selasa, 27 Agustus 2019 | 13:16 WIB

Denpasar, Beritasatu.com – Seiring dengan pergeseran kehidupan ke arah digital, industri perbankan pun dituntut untuk terus melakukan inovasi dalam rangka merespons kebutuhan konsumen. Bagi yang lamban mengadaptasi perubahan, ia akan tergilas seiring berjalannya waktu. Namun tidak demikian bagi mereka yang adaptif. Perubahan, akan dipandang sebagai ruang yang menyediakan berbagai kesempatan dan dihadapi penuh gelora semangat.

Semangat untuk terus berubah ke arah yang lebih baik selalu menjadi fokus utama Bank BJB agar selalu melaju. Adaptasi teknologi menjadi kebutuhan yang bersifat niscaya agar bank bisa terus bertahan dan efisien. Langkah perbaikan perlu terus dilakukan agar perbankan bisa mempertahankan dan mengembangkan usahanya dengan visi pertumbuhan berkualitas dan berkelanjutan di tengah keberadaan fintech yang kini tampak nyata di depan mata.

Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (27/8/2019), disebutkan terpilihnya jajaran manajemen baru di Bank BJB diharapkan dapat mendorong kemajuan di tengah persaingan yang kian kompetitif dengan tuntutan perkembangan digital tersebut. Jajaran direksi dipimpin oleh Yuddy Renaldi sebagai direktur utama Bank BJB, Agus Mulyana sebagai direktur kepatuhan, Nia Kania sebagai direktur keuangan dan manajemen risiko, Rio Lanasier sebagai direktur IT, Treasury dan International Banking, Suartini sebagai direktur konsumer dan ritel, serta Tedi Setiawan sebagai direktur operasional.

Sementara jajaran komisaris diisi Farid Rahman sebagai komisaris utama independen, Eddy Iskandar Muda Nasution dan Muhadi sebagai komisaris, serta Fahlino F Sjuib dan Yayat Sutaryat sebagai komisaris independen.

Di sela-sela acara media gathering yang berlangsung di Bali 23-25 Agustus 2019, Yuddy Renaldi selaku direktur utama Bank BJB menyampaikan,"Bank BJB akan menerapkan tiga fokus utama sebagai strategi. Ketiga fokus tersebut, yakni pertama, reposisi bisnis di mana Bank BJB akan mengembangkan bisnis pada sektor produktif yang mendorong perekonomian di masing-masing daerah, khususnya di Jawa Barat dan Banten, sambil tetap mempertahankan pangsa pasar dari captive market. Fokus kedua adalah reorganisasi yang tercermin dalam penyesuaian dalam struktur organisasi agar mendukung implementasi dari strategi yang ditetapkan perseroan, sedangkan fokus ketiga adalah re-engineering teknologi informasi, di mana Bank BJB akan terus memperkuat infrastruktur, penggunaan dan pengembangan teknologi yang tepat dari sisi waktu dan kualitas dengan memperhatikan aspek user experience dan customer behavior.”

Dikatakan, perseroan saat ini tengah berfokus mengembangkan dan memperkuat layanan perbankan digital untuk percepatan bisnis dan peningkatan layanan kepada nasabah. Lewat rencana pengembangan jangka pendek, Bank BJB akan melakukan akselerasi produk dan layanan elektronik serta digital banking, termasuk di antaranya pengembangan e-money server based untuk transaksi menggunakan QR code, perluasan fitur dari mobile banking Bank BJB termasuk BJB Digi yang lebih user friendly, integrasi bisnis digital dengan perusahaan fintech, termasuk e-commerce dan self-service banking machine atau e-kiosk, dan informasi melalui chat bot. 

Untuk pengembangan jangka panjang, Bank BJB akan mengoptimalkan kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam bentuk elektronifikasi layanan pengelolaan keuangan daerah, antara lain digitalisasi layanan publik dan pemerintah serta mendukung program smart city. Optimalisasi kolaborasi ini dilakukan di tengah berjalannya beberapa program kolaborasi dengan pemerintah daerah yang saat ini telah berlangsung, antara lain layanan PBB-P2, E-Samsat, T-Samsat, Samsat J'bret, Sambat, IBC, dan KKP.

"Kami meyakini di dalam setiap perubahan akan selalu ada peluang dan tantangan untuk dihadapi. Bank BJB selalu menghadapi tantangan-tantangan baru ini dengan kacamata optimistis dan menganggap hal tersebut sebagai ajang pembuktian bahwa Bank BJB memang merupakan perbankan yang adaptif dan dinamis dalam merespons kebutuhan masyarakat," tutup Yuddy.



Sumber: BeritaSatu.com