Sri Mulyani: Tetap Waspada dan Optimistis di Tengah-tengah Gejolak Global

Sri Mulyani: Tetap Waspada dan Optimistis di Tengah-tengah Gejolak Global
Menteri keuangan RI Sri Mulyani Indrawati pada acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2019, di Jakarta, Jumat (23/8/19). CMSE 2019 merupakan rangkaian kegiatan yang terdiri dari seminar, talk show, dan pameran pasar modal yang berlangsung selama Dua hari. ( Foto: BeritaSatu Photo / Mohammad defrizal )
Triyan Pangastuti / FMB Selasa, 27 Agustus 2019 | 14:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah berupaya menjaga momentum percepatan pertumbuhan ekonomi di tengah berbagai tantangan dan gejolak lingkungan global yang meningkat. Oleh karena itu dalam menghadapi kondisi global, Indonesia harus waspada tanpa merasa pesimistis dalam mengantisipasi risiko yang muncul serta mengambil peluang.

Menteri Keuangan,Sri Mulyani mengatakan bahwa perekonomian dunia saat ini masih dihadapkan pada berbagai ketidakpastian, seperti perang dagang yang berlarut-larut dan semakin meningkat. Perlambatan ekonomi di banyak negara di dunia, serta gejolak geopolitik juga masih banyak terjadi.

“Perlambatan ekonomi global yang diperkirakan terjadi secara luas, terutama pada perekonomian negara maju, disebabkan oleh dinamika perdagangan dunia akhir-akhir ini dan beberapa isu struktural seperti penurunan produktivitas dan penuaan populasi,” jelasnya dalam Rapat Paripurna di Gedung DPR, Jakata, Rabu (27/8/2019).

Di samping itu, ia mengatakan bahwa kondisi pertumbuhan ekonomi global di tahun 2020 diperkirakan akan bertumpu pada pertumbuhan ekonomi beberapa negara berkembang, ditopang oleh prospek pertumbuhan yang tetap solid di India, Indonesia, dan Vietnam.

Lantaran pada kelompok negara ASEAN, Indonesia menjadi salah satu negara yang akan mendukung pertumbuhan ASEAN-5 di tahun 2020.

“ASEAN diprediksi menjadi kawasan yang dapat mengambil keuntungan di tengah peningkatan tensi perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Meski demikian, negara ASEAN pengekspor komoditas seperti Malaysia dan Indonesia, perlu terus berhati-hati pada dinamika harga komoditas,” tuturnya.

Dia mengatakan dalam menghadapi berbagai risiko global, maka kunci yang bisa dilakukan dengan meningkatkan daya saing nasional. Daya saing nasional sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, yang merupakan modal penting memasuki era ekonomi berbasis iptek (knowledge economy), serta kualitas institusi dan regulasi.

Melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, Indonesia dapat segera mewujudkan visinya menjadi negara maju. Tahun 2020 akan menjadi titik tumpu untuk mengonsolidasikan dan mempercepat perwujudan Indonesia maju ke depan.

“RAPBN tahun 2020 didesain untuk tetap sehat, mendorong keadilan dan kemandirian untuk mampu menjaga momentum pembangunan dengan tetap waspada terhadap gejolak global” tuturnya.

Selain itu, ia mengatakan bahwa stabilitas dan momentum perekonomian nasional harus terus dijaga untuk menghindari opportunity loss dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, antara lain dengan berbagai kebijakan fiskal yang adaptif dan realistis.

Adapun arah untuk kebijakan fiskal pada tahun 2020 diharapkan menjadi landasan untuk pembangun kualitas SDM Indonesia yang unggul dan maju ke depan, yang adaptif dengan kemajuan teknologi.

Di sisi lain, untuk strategi kebijakan fiskal juga ditujukan, pertama, meningkatkan investasi dan ekspor melalui peningkatan daya saing dan produktivitas. Kedua, mengakselerasi pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung transformasi ekonomi di seluruh pelosok nusantara.

Ketiga, penguatan perlindungan sosial, keempat memperkuat birokrasi yang melayani dan berintegritas, serta kelima, semakin meningkatkan kualitas desentralisasi fiskal untuk mengakselerasi pembangunan di daerah. 



Sumber: Investor Daily