Sri Mulyani: Tetap Waspada dan Optimistis di Tengah-tengah Gejolak Global
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 524.475 (0)   |   COMPOSITE 6109.17 (0)   |   DBX 1194.89 (0)   |   I-GRADE 181.466 (0)   |   IDX30 517.087 (0)   |   IDX80 138.626 (0)   |   IDXBUMN20 407.246 (0)   |   IDXESGL 143.85 (-0.25)   |   IDXG30 142.274 (0)   |   IDXHIDIV20 456.023 (0)   |   IDXQ30 148.355 (0)   |   IDXSMC-COM 276.257 (0)   |   IDXSMC-LIQ 347.018 (0)   |   IDXV30 137.723 (0)   |   INFOBANK15 1047.79 (0)   |   Investor33 444.391 (0)   |   ISSI 179.418 (0)   |   JII 631.935 (0)   |   JII70 220.815 (0)   |   KOMPAS100 1231.17 (0)   |   LQ45 966.883 (-3.74)   |   MBX 1681.26 (0)   |   MNC36 329.297 (-2.07)   |   PEFINDO25 325.051 (0)   |   SMInfra18 313.073 (0)   |   SRI-KEHATI 379.382 (0)   |  

Sri Mulyani: Tetap Waspada dan Optimistis di Tengah-tengah Gejolak Global

Selasa, 27 Agustus 2019 | 14:06 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah berupaya menjaga momentum percepatan pertumbuhan ekonomi di tengah berbagai tantangan dan gejolak lingkungan global yang meningkat. Oleh karena itu dalam menghadapi kondisi global, Indonesia harus waspada tanpa merasa pesimistis dalam mengantisipasi risiko yang muncul serta mengambil peluang.

Menteri Keuangan,Sri Mulyani mengatakan bahwa perekonomian dunia saat ini masih dihadapkan pada berbagai ketidakpastian, seperti perang dagang yang berlarut-larut dan semakin meningkat. Perlambatan ekonomi di banyak negara di dunia, serta gejolak geopolitik juga masih banyak terjadi.

“Perlambatan ekonomi global yang diperkirakan terjadi secara luas, terutama pada perekonomian negara maju, disebabkan oleh dinamika perdagangan dunia akhir-akhir ini dan beberapa isu struktural seperti penurunan produktivitas dan penuaan populasi,” jelasnya dalam Rapat Paripurna di Gedung DPR, Jakata, Rabu (27/8/2019).

Di samping itu, ia mengatakan bahwa kondisi pertumbuhan ekonomi global di tahun 2020 diperkirakan akan bertumpu pada pertumbuhan ekonomi beberapa negara berkembang, ditopang oleh prospek pertumbuhan yang tetap solid di India, Indonesia, dan Vietnam.

Lantaran pada kelompok negara ASEAN, Indonesia menjadi salah satu negara yang akan mendukung pertumbuhan ASEAN-5 di tahun 2020.

“ASEAN diprediksi menjadi kawasan yang dapat mengambil keuntungan di tengah peningkatan tensi perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Meski demikian, negara ASEAN pengekspor komoditas seperti Malaysia dan Indonesia, perlu terus berhati-hati pada dinamika harga komoditas,” tuturnya.

Dia mengatakan dalam menghadapi berbagai risiko global, maka kunci yang bisa dilakukan dengan meningkatkan daya saing nasional. Daya saing nasional sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, yang merupakan modal penting memasuki era ekonomi berbasis iptek (knowledge economy), serta kualitas institusi dan regulasi.

Melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, Indonesia dapat segera mewujudkan visinya menjadi negara maju. Tahun 2020 akan menjadi titik tumpu untuk mengonsolidasikan dan mempercepat perwujudan Indonesia maju ke depan.

“RAPBN tahun 2020 didesain untuk tetap sehat, mendorong keadilan dan kemandirian untuk mampu menjaga momentum pembangunan dengan tetap waspada terhadap gejolak global” tuturnya.

Selain itu, ia mengatakan bahwa stabilitas dan momentum perekonomian nasional harus terus dijaga untuk menghindari opportunity loss dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, antara lain dengan berbagai kebijakan fiskal yang adaptif dan realistis.

Adapun arah untuk kebijakan fiskal pada tahun 2020 diharapkan menjadi landasan untuk pembangun kualitas SDM Indonesia yang unggul dan maju ke depan, yang adaptif dengan kemajuan teknologi.

Di sisi lain, untuk strategi kebijakan fiskal juga ditujukan, pertama, meningkatkan investasi dan ekspor melalui peningkatan daya saing dan produktivitas. Kedua, mengakselerasi pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung transformasi ekonomi di seluruh pelosok nusantara.

Ketiga, penguatan perlindungan sosial, keempat memperkuat birokrasi yang melayani dan berintegritas, serta kelima, semakin meningkatkan kualitas desentralisasi fiskal untuk mengakselerasi pembangunan di daerah.



Sumber: Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bank BJB Menyongsong Era Perbankan Digital

Semangat untuk terus berubah ke arah yang lebih baik selalu menjadi fokus utama Bank BJB.

EKONOMI | 27 Agustus 2019

Bank BJB Capai Kinerja Positif Triwulan II 2019

Layanan digital berorientasi menciptakan model transaksi yang memudahkan, cepat, nyaman dan ramah bagi pengguna.

EKONOMI | 27 Agustus 2019

Sesi I, IHSG Menguat ke 6.260,6

IHSG menguat 0,7 persen (46,1 poin) ke kisaran 6.260,61.

EKONOMI | 27 Agustus 2019

Siang Ini, Rupiah Masih Datar di Rp 14.240an

Rupiah berada di level Rp 14.243 per dolar AS atau terdepresiasi 0,5 poin.

EKONOMI | 27 Agustus 2019

Kempupera Luncurkan Buku Sejarah Perumahan

Kempupera luncurkan buku Sejarah Perumahan.

EKONOMI | 27 Agustus 2019

Kopi dan Kakao Indonesia Primadona di Mesir

Produk kakao dan kopi Indonesia sangat diminati Mesir, untuk itu Kementerian Pertanian akan mengikutkan komoditas itu dalam kegiatan Agri Expo Mesir 2019.

EKONOMI | 27 Agustus 2019

Konstruksi Infrastruktur Dasar Ibu Kota Negara di Kaltim Dimulai Pertengahan 2020

Pembangunan konstruksi infrastruktur Ibu Negara dimulai pertengahan 2020.

EKONOMI | 27 Agustus 2019

Pemerintah Terus Fokus Hilirisasi Industri

Kemperin fokus bangun industri hilir.

EKONOMI | 27 Agustus 2019

Dukung Infrastruktur Ibu Kota Baru, WSBP Segera Rampungkan Pembangunan Plant Penajam

Pembangunan plant ditargetkan akan selesai pada awal tahun 2020.

EKONOMI | 27 Agustus 2019

Harga Emas Antam Turun ke Rp 766.500

Harga emas Antam di butik Pulogadung Jakarta, Rp 766.500 per gram, turun Rp 7.500 dari perdagangan sebelumnya.

EKONOMI | 27 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS