Hingga Agustus, Penyaluran KPR FLPP Capai Rp 5,128 Triliun

Hingga Agustus, Penyaluran KPR FLPP Capai Rp 5,128 Triliun
Menteri pekerjaan Umum dan Perumahan Rayat, Basuki Hadimuljono mengunjungi lokasi Pameran Perumahan Rakyat, di Lapangan Sapta Taruna Kementerian PUPR, Jakarta, 28 Agustus 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Herman )
Herman / FER Rabu, 28 Agustus 2019 | 21:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk memberi kesempatan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam memiliki rumah yang layak, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) pada tahun ini melalui Lembaga Pengelola Dana Pembiayaan Perumahan (LPDPP) akan menyalurkan KPR subsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp 7,1 triliun untuk 68.858 unit rumah.

LPDPP sendiri merupakan Satuan Kerja yang bertanggung jawab langsung kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) melalui koordinasi dengan Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kempupera.

Dari data yang disampaikan Kempupera, per tanggal 20 Agustus 2019 tercatat dana bantuan pembiayaan perumahan FLPP yang telah disalurkan oleh LPDPP telah mencapai Rp 5,128 triliun untuk 53.355 unit rumah.

"Penyaluran melalui LPDPP sudah hampir 80 persen. Kita juga sedang meminta tambahan anggaran lagi, tetapi kewenangan ada di Kementerian Keuangan,” kata Dirjen Penyediaan Perumahan Kempupera, Khalawi Abdul Hamid, usai acara penutupan Pameran Perumahan Rakyat yang berlangsung di Lapangan Sapta Taruna Kempupera, di Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Tidak sekedar memberikan subsidi, Khalawi menegaskan, Kempupera juga terus meningkatkan pengawasan kualitas rumah subsidi, dan juga melakukan pengawasan kepatuhan penghunian rumah subsidi yang telah dibeli oleh masyarakat. Hal ini untuk memastikan penyaluran FLPP tepat sasaran bagi masyarakat yang memang membutuhkan rumah sebagai tempat tinggal, bukan hanya sekedar investasi.

Untuk peningkatan kualitas rumah subsidi, Kempupera akan mengeluarkan revisi Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor 403/KPTS/M/2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Rumah Sederhana Sehat (RSS). Di dalam revisi Kepmen yang saat ini sudah masuk tahap finalisasi tersebut, hal yang dievalusasi antar lain standar luas lahan bangunan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat bertempat tinggal secara layak.

Sementara itu terkait Pameran Perumahan Rakyat yang digelar selama dua hari mulai 27-28 Agustus 2019, Khalawi menyampaika,n kegiatan ini merupakan bagian dari acara untuk meramaikan Hari Perumahan Nasional Tahun 2019.

"Tujuan dari pameran ini untuk memperkenalkan sistem-sistem atau akses untuk mendapatkan rumah KPR dengan mudah,” kata Khalawi.

Kegiatan yang mengangkat tema Mewujudkan Perumahan Rakyat Berbasis Komunitas ini mengikutsertakan 21 pengembang perumahan didampingi 7 bank pelaksana penyalur Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) sejahtera, yaitu Bank BTN, Bank BTN Syariah, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI Syariah, dan Bank BJB.



Sumber: BeritaSatu.com