Wall Street Ditutup Menguat Dipicu Sikap Tenang Tiongkok

Wall Street Ditutup Menguat Dipicu Sikap Tenang Tiongkok
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. ( Foto: AFP / Johannes Eisele )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Jumat, 30 Agustus 2019 | 08:39 WIB

New York, Beritasatu.com- Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street pada perdagangan Kamis malam waktu setempat atau Jumat pagi WIB (30/8/2019) ditutup menguat.

Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup naik 116,5 poin (1,48 persen) mencapai 26.362, Nasdaq composite index naik 116,5 (1,48 persen) mencapai 7.973, sedangkan S&P 500 index naik 36,9 (1,27 persen) mencapai 2.925.

Dow Jones melonjak lebih dari 300 poin setelah Tiongkok mengisyaratkan tidak akan membalas perang tarif AS. Tiongkok ingin menyelesaikan sengketa perdagangan yang berlarut-larut dengan ekonomi terbesar dunia dengan sikap tenang.

Mayoritas dari 30 saham unggulan atau bluechips di Dow memperpanjang kenaikan dengan saham Caterpillar yang sensitif terhadap perdagangan naik lebih dari 2,5 persen, memimpin keuntungan.

Saham-saham yang secara luas dinilai sebagai barometer perdagangan, Intel dan Boeing, juga masing-masing naik 2,36 persen dan 0,77 persen, berada di antara yang berkinerja terbaik dalam penghitungan indeks acuan.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi dengan sektor energi naik 1,85 persen, memimpin kenaikan sektoral.

Di sisi ekonomi, penjualan pending home (rumah yang pengurusannya belum selesai) di Amerika Serikat menurun pada Juli, dari kenaikan berturut-turut di dua bulan sebelumnya, kata National Association of Realtors (NAR) pada Kamis (29/8/2019).

Indeks Penjualan Pending Home, indikator berwawasan ke depan berdasarkan penandatanganan kontrak, turun 2,5 persen menjadi 105,6 pada bulan lalu.

Klaim pengangguran awal AS meningkat menjadi 215.000 minggu lalu, naik 4.000 dari tingkat direvisi minggu sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja mengatakan Kamis (29/8/2019).

Namun rata-rata pergerakan 4-minggu, dipandang sebagai metrik utama kondisi pasar tenaga kerja, turun menjadi 214.500, penurunan 500 dari rata-rata direvisi pekan sebelumnya.



Sumber: BeritaSatu.com