Lippo Cikarang Bukukan Pendapatan Rp 686 M

Lippo Cikarang Bukukan Pendapatan Rp 686 M
Tower Glendale Park dan Newport Park (kiri) di Orange County, Cikarang, Kamis (24/1/19). Glendale Park dan Newport Park merupakan tower kelima dan keenam di kawasan Orange County dengan total 1.094 yang telah terjual hingga 94% sejak penjualan perdananya pada 2016. ( Foto: beritasatu photo / mohammad defrizal )
Mikael Niman / FMB Sabtu, 31 Agustus 2019 | 10:14 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) mengumumkan hasil keuangan semester I tahun 2019 yang berakhir 30 Juni 2019. Perusahaan melaporkan total pendapatan sebesar Rp 686,5 miliar turun 41 persen dari Rp 1,15 miliar di periode yang sama tahun lalu.

“Hasil semester I lebih lemah karena keuntungan yang tidak berulang dari penjualan tanah kami ke MSU pada 1H18. Melalui proyek yang sedang kami kerjakan, Lippo Cikarang tetap optimistis untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan mendapatkan permintaan yang tinggi untuk produk baru yang kita siapkan di akhir 2019," kata Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk, Simon Subiyanto dalam siaran persnya, Jumat (30/8/2019).

Perusahaan melaporkan laba kotor semester-I 2019 sebesar Rp 270 miliar, turun 58 persen dari Rp 646,7 miliar dari periode yang sama tahun lalu. Laba bersih tercatat sebesar Rp 221 miliar.

Pada semester-I 2019, pendapatan rumah hunian dan apartemen sebesar Rp 424,19 miliar, menyumbang 61,8 persen dari total pendapatan. Namun, angka ini merupakan penurunan 20 persen dari semester-I 2018 sebesar Rp 530,05 miliar. Sementara Pendapatan dari industri dan komersial tercatat sebesar Rp 82 miliar, berkontribusi 11,9 persen terhadap total pendapatan.

EBITDA Perseroan untuk semester I 2019 tercatat sebesar Rp 252 miliar dan mewakili penurunan 88 persen dari Rp 2.105 miliar pada semester I 2018. Total aset LPCK tumbuh dari Rp 9,23 miliar menjadi Rp 9,90 miliar pada akhir kuartal kedua dibandingkan akhir tahun 2018.

Saat ini, LPCK telah menyerahkan secara bertahap tiga tower di Orange County (Irvine, Westwood, dan Pasadena Tower) kepada pelanggan dengan total 1.271 unit apartemen senilai Rp 1,1 triliun. "Ini menunjukkan komitmen LPCK untuk menyerahkan unit apartemen tepat waktu," kata Simon.

LPCK fokus pada peluang untuk pertumbuhan masa depan, sehingga menarik untuk melihat infrastruktur yang terjadi di koridor timur Jakarta. Pemerintah menunjukkan komitmennya pada koridor timur dengan beberapa proyek infrastruktur termasuk:

1. LRT (Light Rapid Transit) Cawang - Bekasi Timur dengan pengerjaan mencapai 58 persen dan estimasi penyelesaian pada akhir tahun 2019.
2. Jakarta - Bandung High-Speed Railway ditargetkan beroperasi pada 2021.
3. Jalan Tol Cikampek Elevated II penyelesaiannya sudah mencapai 94 persen dan diperkirakan selesai pada akhir tahun 2019.

LPCK telah menunjukkan reputasinya sebagai pengembang properti daerah perkotaan dengan fasilitas berstandar internasional, dengan luas sekitar 3.250 hektar di mana industri menjadi basis ekonominya. LPCK telah berhasil membangun lebih dari 17.192 rumah, dengan populasi saat ini 51.250 penduduk. Di kawasan industri Lippo Cikarang, terdapat sekitar 500.500 orang bekerja setiap hari di 1.200 pabrik manufaktur.

 



Sumber: Suara Pembaruan