Harga Minyak Turun Dipicu Kekhawatiran Perang Dagang

Harga Minyak Turun Dipicu Kekhawatiran Perang Dagang
Ilustrasi minyak mentah ( Foto: EPA FOTO )
/ WBP Rabu, 4 September 2019 | 09:37 WIB

New York, Beritasatu.com - Harga minyak dunia turun pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB (4/9/2019), dimana minyak mentah berjangka AS jatuh dua persen setelah data manufaktur melemah sehingga meningkatkan kekhawatiran tertekannya ekonomi global. Sementara sengketa perdagangan AS-Tiongkok terus menyeret sentimen investor.

Minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober turun US$ 1,16 atau 2,1 persen menjadi US$ 53,94 per barel di New York Mercantile Exchange.  Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman November turun US$ 0,4 atau 0,7 persen menjadi US$ 58,26 per barel di London ICE Futures Exchange.

Harga minyak memperpanjang pelemahan menyusul data aktivitas manufaktur AS pada Agustus mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam tiga tahun. Sebelumnya, data terpisah menunjukkan aktivitas manufaktur zona euro juga menyusut untuk bulan ketujuh pada Agustus. "Penurunan data itu terus merongrong prospek pertumbuhan permintaan minyak," kata John Kilduff, analis Again Capital di New York.

Harga minyak telah turun sekitar 20 persen sejak mencapai puncaknya pada April 2019, akibat kekhawatiran perang dagang sehingga mengurangi permintaan minyak.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Selasa (3/9/2019) bahwa pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok berjalan baik. Namun ia memperingatkan akan "lebih keras" dalam negosiasi jika diskusi berlanjut hingga masa jabatan keduanya. Trump mengatakan kedua pihak akan bertemu untuk pembicaraan bulan ini.

Wakil Perdana Menteri Tiongkok  Liu He mengatakan Tiongkok dengan tegas menentang perang dagang.

Washington mulai mengenakan tarif 15 persen pada sejumlah barang impor dari Tiongkok pada 1 September, sementara Tiongkok mulai memberlakukan bea baru pada minyak mentah AS.

Di sisi pasokan, ekspor minyak Venezuela Agustus turun ke level terendah pada 2019.



Sumber: Xinhua, Antara