200 Pengembang Ikuti Pameran Properti IIPEX 2019

200 Pengembang Ikuti Pameran Properti IIPEX 2019
Konferensi pers Indonesia International Property Expo (IIPEX) 2019 yang diselenggarakan Real Estat Indonesn (REI) bersama dengan Dyandra Promosindo dan Rumah.com, di Jakarta, Kamis (5/9/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Feriawan Hidayat )
Imam Muzakir / FER Kamis, 5 September 2019 | 19:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengembang yang tergabung dalam Realestate Indonesia (REI) bersama portal properti Rumah.com dan Dyandra Promosindo menggelar pameran properti terbesar di empat kota di Indonesia secara serempak dalam ajang Indonesia International Property Expo 2019 (IIPEX 2019).

Adapun keempat kota pameran properti diadakan yaitu, Jakarta, Bali, Medan, dan Surabaya. Untuk di Jakarta, pameran akan digelar pada 21-29 September 2019 di Hall A, Jakarta Convention Center (JCC).

Diselenggarakan selama 9 hari, IIPEX 2019 tidak hanya diramaikan oleh kehadiran ratusan developer lokal, melainkan juga developer asing dengan berbagai pilihan properti mancanegara.

Sementara di tiga kota lainnya, pameran akan berlangsung pada 25- 29 September 2019. Penyelenggaraan ajang ini diharapkan mampu menjadi sarana tepat bagi masyarakat yang berencana membeli properti untuk ditinggali ataupun sebagai ruang investasi.

Wakil ketua DPP REI, Hari Gani mengatakan, pameran IIPEX 2019 ini menghadirkan berbagai proyek properti mulai dari landed, vertikal dan juga tempat wisata ini, memberikan solusi kepada masyarakat yang ingin mencari rumah dengan harga yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ataupun juga hunian komersial.

"Kami tidak bisa bekerjasendiri, karena itu kami gandeng Dyandra dan Rumah.com sebagai mitra properti terbesar Indonesia, untuk memudahkan kegiatan dan juga masyarakat mencari rumah,” kata Hari Gani, di Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Menurut Hari Gani, sekitar 200 pengembang dengan 1.000 proyek akan hadir didalam pameran yang berlangsung selama 9 hari ini. Properti yang ditawarkan adalah properti untuk MBR maupun juga komersial.

"Sekitar 50 persen peserta adalah rumah pengembang kelas menengah bawah dan sisanya adalah untuk komersial dan kelas menengah atas,” kata Hari Gani.

Lebih lanjut, Hari Gani mengatakan, kendala terkait uang muka sebagai alasan yang dikemukakan masyarakat. Menurut catatan yang dirangkum REI dalam laporan Digital Economic Forum, down payment (DP) menempati urutan tertinggi terkait penyebab masyarakat belum berencana membeli properti. Sementara, alasan lainnya adalah karena 'harga properti terlalu tinggi' dan 'belum siap membeli properti'.

"Konsumen properti khususnya pangsa pasar yang terbesar saat ini adalah milenial, sesungguhnya sudah memiliki minat yang cukup tinggi untuk membeli. Namun sayangnya ini sulit direalisasikan sebab masalah DP dan kurangnya tabungan serta tingginya harga properti yang tidak sepadan dengan penghasilan per bulan," ujarnya.

Hari Gani menambahkan, masalah pelik yang dihadapi pencari properti bukan berarti tidak bisa dicarikan jalan keluarnya. Sebaliknya, situasi ini menjadi tantangan yang harus dihadapi para pengembang properti untuk menangkap peluang dengan sebaik-baiknya.

"Tantangan bagi para developer, bagaimana menangkap peluang pasar dan menyediakan produk yang sesuai dengan kebutuhan bagi para konsumen khususnya kaum milenial. Perlu diperhatikan bagaimana kecenderungan minat masyarakat saat ini, di mana konsep hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) menjadi yang paling banyak diincar," tandasnya.

Sementara itu, Country Manager Rumah.com, Marine Novita, mengatakan, hasil survei Property Affordability Sentiment Index H2-2019 menunjukkan bahwa 54 persen masyarakat Indonesia, masih kesulitan mengakses pembelian properti lantaran belum cukupnya uang muka yang menjadi syarat dalam proses jual beli properti. Sehingga untuk permasalahan ini, dihadirkan solusinya melalui gimmick dari pengembang yang ikut serta dalam IIPEX 2019.

"Tak kurang dari ratusan pengembang memberikan kemudahan untuk DP rumah maupun apartemennya, mulai dari diskon uang muka, DP yang bisa dicicil, bahkan cukup banyak developer yang tawarkan promo beli rumah tanpa DP," ujar Novita.

Dalam pameran IIPEX 2019, terdapat lebih dari 200 pengembang yang ikut serta dengan total 1.000 proyek properti yang ditawarkan. Developer kawakan yang menjadi peserta pameran diantaranya Ciputra Development, PT Jaya Real Property, Jababeka, Gapura Prima, Metland, Pollux Properties Indonesia, Perum Perumnas, Wika Realty, Swan City, hingga PP Properti.

"Selain peserta pameran dari lokal, ada juga pengembang berasal dari Asing seperti Thailand ikut menawarkan produk properti ke Indonesia," pungkas Novita.



Sumber: BeritaSatu.com