Menengok Progres Tol Serang-Panimbang

Menengok Progres Tol Serang-Panimbang
Pembangunan jalan Tol Serang-Panimbang
/ ANA Jumat, 13 September 2019 | 08:00 WIB

Serang, Beritasatu.com - Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan (DJPI) Eko D Heripoerwanto bersama Direktur Utama PT Wijaya Karya Serang Panimbang (WSP) Entus Asnawi Mukhson meninjau langsung pembangunan Tol Serang-Panimbang. Peninjauan ini sekaligus mendiskusikan berbagai hal terkait percepatan proyek Tol Serang-Panimbang.

“Jalan tol seksi I sudah mulai dibangun sejak Januari 2018 dan saat ini progres pembangunan sudah mencapai 36,69% per Maret 2019. Kami menargetkan akan rampung di bulan November 2019,” kata Direktur Utama PT Wijaya Karya Serang Panimbang (WSP) Entus Asnawi Mukhson di Serang.

Percepatan pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang tersebut dilakukan pemerintah melalui Kementerian PUPR dengan pola Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta menggunakan skema Pembiayaan Supported-Build-Operate-Transfer (SBOT). PT WSP selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dibentuk oleh konsorsium yang terdiri dari PT Wijaya Karya (porsi saham 80%), PT Pembangunan Perumahan (porsi saham 15%), dan PT Jababeka Infrastruktur (porsi saham 5%).

Terkait jalur, jalan Tol Serang-Panimbang memiliki total panjang lintasan 83,6 km dan dibagi menjadi tiga seksi, yakni seksi I Serang-Rangkasbitung (26,5 km), seksi II Rangkasbitung-Cileles (24,1 km), seksi IIIa Cileles-Bojong ( 8,6 km), dan seksi III Bojong-Panimbang (24,4 km).

Dalam pengerjaannya, PT WSP menggarap seksi I dan seksi II, sementara seksi III dikerjakan pemerintah dengan total nilai investasi sebesar Rp 11,38 triliun.

Di sisi lain, tujuan utama pembangunan jalan Tol Serang-Panimbang adalah untuk mempermudah akses menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung dan Taman Nasional Ujung Kulon. Jalan tol ini diperkirakan mampu memangkas waktu tempuh dari Jakarta menuju Tanjung Lesung yang saat ini memakan waktu sekitar 4-5 jam menjadi sekitar 2-3 jam dengan kecepatan rata-rata 80 km/jam.

Tidak hanya memangkas waktu tempuh menuju KEK, jalan Tol Serang-Panimbang juga akan menghubungkan empat kabupaten/kota yaitu Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Pandeglang. Pembangunan jalan tol ini juga diharapkan akan mendongkrak ekonomi masyarakat setempat dengan mempersingkat waktu tempuh arus logistik/barang menjadi 2 jam lebih cepat dibanding melewati jalan non-tol.



Sumber: BeritaSatu TV