Mengenang Habibie: Bapak Independensi Bank Sentral di Indonesia

Mengenang Habibie: Bapak Independensi Bank Sentral di Indonesia
Presiden Ketiga RI BJ Habibie hadir saat buka puasa bersama ICMI tahun 2016. ( Foto: BeritaSatu Photo / Emral Firdiansyah )
Markus Junianto Sihaloho / FMB Kamis, 12 September 2019 | 14:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ekonom Dradjad H Wibowo mengenang Presiden RI Ketiga Baharuddin Jusuf Habibie sebagai bapak independensi bank sentral di Indonesia.

Diungkap Dradjad, umumnya orang mengenang almarhum Presiden Habibie sebagai Presiden RI pada saat puncak krisis ekonomi dan guncangan politik, atau sebagai tokoh utama ICMI yang berhasil membawa pemikiran modern Islam mewarnai arus utama kehidupan politik dan sosial ekonomi Indonesia. Kenangan yang sangat kuat dalam ingatan rakyat, hingga anak kecil sekalipun, adalah beliau sebagai ilmuwan genius.

"Bapak teknologi dalam Indonesia modern. Tukang pesawat terbang, bahasa gampangnya. Tetapi sebagai ekonom, saya melihat salah satu jasa terbesar beliau adalah sebagai bapak independensi bank sentral," kata Dradjad di Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Kata salah satu founder lembaga INDEF itu, Habibielah yang membuat Bank Indonesia menjadi bank sentral yang independen. Yakni melalui UU Nomor 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia.

"Ini mengikuti praktik terbaik internasional, sebagaimana diterapkan oleh negara-negara maju," imbuh mantan Anggota DPR RI itu.

Langkah Habibie ini membuka babak baru rejim moneter Indonesia. Karena sebelumnya, BI dan kebijakan moneter hanya menjadi underbouw Departemen Keuangan sebagai otoritas superpower yang menguasai rezim fiskal, moneter dan BUMN Indonesia. Dengan UU 23/1999, rezim moneter menjadi jurisdiksi BI sepenuhnya.

Selama 20 tahun, lanjutnya, rakyat Indonesia kini bisa merasakan bahwa independensi BI menjadi salah satu faktor kunci yang membuat perekonomian Indonesia lebih mampu memitigasi risiko-risiko krisis. Karena memang, independensi bank sentral itu menjadi syarat kunci stabilitas ekonomi.

"Itu kenangan saya tentang beliau, teriring doa semoga beliau husnul khatimah. Menjadi ahli surga yang mulia di sisi Allah SWT," ujar Dradjad.



Sumber: BeritaSatu.com