IPO, Itama Ranoraya Incar Rp 150 Miliar

IPO, Itama Ranoraya Incar Rp 150 Miliar
Ilustrasi IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan). ( Foto: ANTARA FOTO / Aprillio Akbar )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Kamis, 12 September 2019 | 16:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Itama Ranoraya Tbk akan melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) maksimal 400 juta saham baru atau setara 25 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga Rp 315 -375 per saham. Dengan demikian, perusahaan perdagangan dan distribusi alat kesehatan ini akan meraup dana segar dari lantai bursa sebesar Rp 126 miliar-Rp 150 miliar.

"Dana IPO akan digunakan untuk ekspansi bisnis dan modal kerja," kata PT Direktur Itama Ranoraya, Heru Firdausi dalam paparan publik IPO di Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Heru Firdausi menyebutkan, sebesar 60 persen dana IPO digunakan untuk mengembangkan pusat dan jejaring pemasaran secara bertahap di beberapa kota di Indonesia selama 2019-2020. Sedangkan 40 persen untuk memperkuat modal kerja perseroan.

Menurut Direktur Utama Itama Ranoraya, Teten W Setiawan, perseroan mendistribusikan beberapa perangkat medis, antara lain, Oneject Auto Disable Syringe (ADS), Abbott Diagnostik, TerumoBCT, dan Ortho Clinical Diagnostic.

Dia mengatakan, pangsa pasar perseroan merupakan institusi kesehatan swasta maupun pemerintah seperti Palang Merah Indonesia (PMI), Kementerian Kesehatan, Rumah Sakit, Pusat Kesehatan masyarakat (Puskesmas) hingga Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). "Saat ini produk perseroan sudah tersebar luas di seluruh Indonesia," kata Teten W Setiawan.

Perseroan sudah memperoleh beberapa pencapaian melalui kerja sama dengan pemerintah, seperti pengadaan alat suntik dan reagensia ke Kementerian Kesehatan serta Palang Merah Indonesia (PMI). "Selain itu, memenuhi kebutuhan reagensia screening darah untuk PMI dan memenuhi kebutuhan ADS untuk BKKBN," papar Teten W Setiawan.

Rencananya, penawaran awal akan dilaksanakan pada 11-18 September 2019 dan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan bisa diperoleh pada 27 September 2019. Sehingga, penjamin pelaksana emisi dan perseroan berharap bisa mencatatkan saham Itama Ranoraya di BEI pada 10 Oktober 2019. Pada aksi korporasi ini, Itama Ranoraya menunjuk PT BNI Sekuritas dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek.



Sumber: BeritaSatu.com